PemerintahSumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Perkuat Kapasitas ASN dalam Manajemen Bencana

125
×

Gubernur Mahyeldi Perkuat Kapasitas ASN dalam Manajemen Bencana

Sebarkan artikel ini

Mahyeldi menyatakan, ASN wajib mampu menjaga keberlangsungan pelayanan pemerintahan sekaligus berperan aktif saat situasi darurat terjadi.

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya kesiapsiagaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Mahyeldi menyatakan, ASN wajib mampu menjaga keberlangsungan pelayanan pemerintahan sekaligus berperan aktif saat situasi darurat terjadi.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) di BPSDM Sumatera Barat, Padang, Senin (13/7/2026).

Menurut Mahyeldi, kondisi geografis Sumatera Barat yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif dan sesar aktif menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Ia menyebut keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada sarana fisik, tetapi juga pada kualitas SDM yang bekerja cepat, tepat, dan profesional.

Pelatihan ini membekali aparatur dengan kemampuan manajemen risiko, sistem komando darurat, serta koordinasi lintas sektor.

Mahyeldi berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membangun budaya sadar bencana di unit kerja masing-masing.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumatera Barat sekaligus Plt Kepala BPSDM, Medi Iswandi, menilai pelatihan ini sebagai investasi strategis daerah.

Medi menjelaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan aparatur yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Kegiatan selama 10 hari ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 30 ASN Pemprov Sumatera Barat dan 10 perwakilan BBPKA-PDN Wilayah I Bukittinggi.

Program menggunakan metode blended learning yang memadukan pembelajaran daring dan klasikal.

Pelatihan akan diakhiri dengan simulasi terpadu melalui Tabletop Exercise, Practical Exercise, dan Command Post Exercise untuk mengasah kemampuan pengambilan keputusan di lapangan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.