Implementasi DBON akan Disertai oleh Pelajar dari SMP hingga Perguruan Tinggi

Implementasi DBON akan Disertai oleh Pelajar dari SMP hingga Perguruan Tinggi. Foto: Kemenpora

Tangerang – Zainudin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menyebutkan bahwa Implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) akan mengikutsertakan para pelajar mulai dari tingkat SMP. Hal ini ia sampaikan usai Rapat Koordinasi Implementasi DBON di Atria Hotel, Tangerang, Banten, Selasa, (8/3).

Salah satu implementasi dari program DBON ini ialah sentra pembinaan atlet yang akan diisi oleh pelajar bertalenta. Menpora Amali menyebutkan bahwa program ini akan segera dimulai. “Kita akan memulai implementasi DBON ini pada tahun ajaran baru sekitar Juli 2022. Sebagaimana disampaikan, yang akan mengisi sentra adalah siswa-siswa yang memiliki talenta,” kata Menpora Amali.

Menpora Amali menjelaskan, sentra yang akan diisi oleh para pelajar berbakat itu tersebar di 10 daerah. Pemerintah menggandeng perguruan tinggi dalam proses penerapannya. Sebab, pemilihan kampus sebagai sentra dinilai tepat karena memiliki laboratorium sport science.

“Jadi, siswa kelas satu SMP yang tersebar di seluruh Tanah Air akan dipusatkan di sentra. Sentra ini akan ditempelkan dengan perguruan tinggi, karena mereka rata-rata punya laboratorium sport science,” ujar Menpora Amali.

Lebih lanjut, Menpora Amali bilang fasilitas olahraga yang belum memenuhi standar akan coba dilengkapi. Tentu dalam penerapan implementasi DBON ini perlu sinergi dan kolaborasi dari semua pihak. Sehingga, target besar Olimpiade yang diusung akan tercapai.

“DBON ini salah satu yang menjadi pemandu utamanya adalah sport science, rata-rata perguruan tinggi punya itu. Jika ada yang kurang akan dilengkapi (fasilitas olahraga),” terang Menpora Amali.

Dalam tahapan implementasi DBON, sebanyak 250 ribu calon atlet akan dijaring. Mereka yang masih remaja itu akan mengikuti proses seleksi lanjutan hingga didapatkan 150 atlet.

Atlet yang telah lulus seleksi tersebut nantinya masuk dalam kategori elite nasional. Mereka akan ditempatkan di training camp. Kemudian, 150 atlet itu akan dibina untuk bisa berprestasi dalam ajang Olimpiade.