Ini Kerugian Akibat Banjir Bandang Tanjung Bonai

Fhoto : Data Kerusakan akibat banjir bandang Tanjung Bonai, masih terlihat belum maksimal pasca longsor yang menewaskan lima orang warga. (Ddy)
Fhoto : Data Kerusakan akibat banjir bandang Tanjung Bonai, masih terlihat belum maksimal pasca longsor yang menewaskan lima orang warga. (Ddy)

TANAH DATAR, KABARSUMBAR.COMBanjir bandang dan longsor di Jorong Piubuh Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara, Tanah Datar pada Kamis (10/10) malam tidak hanya memakan korban jiwa, namun juga mengakibatkan insfratrukrur di daerah tersebut rusak berat.

Lima nyawa melayang, dan 1 orang masih dinyatakan hikang. Hingga saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian di lokasi dengan mengerahkan sejumlah warga dan relawan.

Data yang di peroleh kabarsumbar.com di Posko Penangulangan Bencana di Mapolsek Lintau Buo Utara, di papan informasi posko belum terlihat estimasi kerugian materil akibat banjir dan longsor namun terlihat beberapa bangunan pemerintah yang mengalami kerusakan.

Ketua Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Thamrin Basroel mengatakan, data sementara ada beberapa jaringan insfrastruktur yang mengalami rusak berat, diantaranya beberapa ruas jalan provinsi dan jembatan di sekitar lokasi bencana, jaringan PLN, aset dan jaringan PDAM Tirta Alami Tanah Datar dan Irigasi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat setempat.

“Kita belum mendapatkan total kerugian secara keseluruhan, yang kita miliki baru data data insfrastruktur yang mengalami kerusakan berat,” ucap Thamrin.

Selain itu katanya, ada sekitar 20 hektar areal persawahan yang mengalami rusak parah, dan 11,5 hektar diantaranya berada di jorong Piubuh dan

“Jadi untuk total keseluruhan secara materi belum kita peroleh,” kata Thamrim.

Sementara itu, Kepala Jorong Piubuh Haris mengatakan, kerugian masyarakat yang terkena dampak banjir bandang ini sekitar 48 kepala keluarga, termasuk didalamnya masyarakat yang mengalami gagal panen setelah dihantam banjir bandang itu.

“Kami minta pemerintah juga memperhatikan masyarakat yang terkena dampak dari banjir ini. Ada warga yang hanya mengantungkan perekonomian dari sawah garapan yang sudah rata oleh lumpur,” ucap Haris. (Ddy)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.