EkonomiTravel

InJourney Group Tingkatkan Kompetensi Pelaku Pariwisata Lokal di Labuan Bajo

74
×

InJourney Group Tingkatkan Kompetensi Pelaku Pariwisata Lokal di Labuan Bajo

Sebarkan artikel ini

Program yang telah berjalan sejak 2024 ini fokus meningkatkan kompetensi masyarakat lokal dalam aspek keramahtamahan, komunikasi, serta pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan.

Labuan Bajo – PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT Hotel Indonesia Natour (HIN), dan PT Sarinah kembali menggelar program pengembangan kapasitas sumber daya manusia bagi pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 10-12 Juni 2026.

Inisiatif bertajuk InJourney Hospitality House (IHH) ini merupakan wujud komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) InJourney Group untuk memperkuat daya saing destinasi wisata nasional.

Program yang telah berjalan sejak 2024 ini fokus meningkatkan kompetensi masyarakat lokal dalam aspek keramahtamahan, komunikasi, serta pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan.

Sasarannya mencakup berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengelola homestay, badan usaha milik desa, hingga komunitas ekonomi kreatif setempat.

Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi, Budi Setyawan Wijaya, menyatakan dukungan penuh perusahaannya dalam pelaksanaan IHH tahun ketiga ini.

Menurutnya, langkah ini penting guna meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata sekaligus menjaga kelestarian alam serta kearifan lokal di Labuan Bajo.

“Kami berharap program ini terus membawa dampak signifikan bagi kemajuan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas. Pelatihan ini harus dimanfaatkan untuk memastikan pariwisata tetap ramah lingkungan dan menjaga keasrian alam,” ujar Budi.

Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menambahkan bahwa masyarakat lokal merupakan aset kunci dalam membangun daya saing wisata.

Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang bagi pelaku lokal untuk menyajikan pengalaman wisata yang berakar kuat pada kekayaan budaya Nusantara.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat, menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan budaya.

Pihaknya menargetkan pembentukan ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin lokal di sektor pariwisata.

“Tujuan jangka panjang kami adalah menciptakan nilai bersama yang terus bertumbuh. Ketika masyarakat memiliki kompetensi dan rasa memiliki yang kuat, mereka akan menjadi penggerak utama keberlanjutan destinasi,” tutur Christine.

Selama tiga hari kegiatan, para peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari pemetaan potensi wilayah, pelatihan service excellence, hingga lokakarya customer experience.

Program ini juga membekali peserta dengan keterampilan monitoring dan evaluasi guna mencetak local champion yang mampu membawa perubahan positif bagi komunitas mereka.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.