Jalan Tol Padang-Pekanbaru Jadi Roh Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

  • Bagikan
Foto : internet

Padang – Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar) bakal jauh tertinggal jika, perkembangan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru masih seperti sekarang juga yang akan berefek jangka panjang.

“Kalau kita masih seperti ini juga dalam perkembangan pembangunan jalan tol, maka kita akan jauh tertinggal. Pertumbuhan ekonomi sumbar akan cenderung menurun, kalau tidak ada terobosan baik arus distribusi maupun sektor lainnya,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi Unand, Prof Werry Darta Taifur, dalam Diskusi Bulanan Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Sumbar, di Hotel Grand Zuri Padang pada Kamis, 25 Februari 2021.

Dikatakannya, jalan tol tersebut merupakan roh pertumbuhan ekonomi yang berguna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daerah. Karenanya dengan pertumbuhan yang tinggi, segala perencanaan dan program pemerintah mensejahterakan masyarakat bisa dicapai.

“Kalau Sumbar masih bertahan seperti sekarang, maka pertumbuhan ekonominya akan lebih rendah dari nasional. Harus ada terobosan,” katanya.

Ia melanjutkan, terobosan yang tersedia untuk menggerakkan sektor ekonomi lain, tidak lagi mengandalkan sektor pertanian dan industri. Karena sektor pertanian yang dulu menjadi unggulan di Sumbar saat ini justru terus mengalami penurunan. Begitu juga dengan industri yang tidak berkembang.

“Bisa dikatakan kondisi di Sumbar sekarang, sektor pertanian menurun dan industri tidak berkembang. Maka jalan tol ini sangat penting untuk ekspansi barang-barang atau produk yang tidak ditemui di daerah lain. Produk-produk ini akan bisa bersaing karena ongkos yang murah dan kualitas yang baik,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan lebih jauh, jalan Tol yang dibangun merubakan penghubung ke koridor utama, pasalnya dalam sistem Perencanaan nasional, ada koridor pemeratan dan pertumbuhan.

Diskusi Bulanan JPS ini bertajuk ‘Membangun Konektivitas Ekonomi Sumbar melalui Jalan Tol Padang-Pekanbaru’ yang dihadiri selain Werry yaitu narasumber Kapro PT Hutama Karya Infrastruktur Defi Adrian, Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas, Ketua Dewan Pembina Kadin Sumbat Sengaja Budi Syukur, dan Pengamat Kebijakan Publik Unand Asrinaldi.

  • Bagikan