PemerintahTeknologi

Kemnaker Gandeng Huawei Perkuat Kualitas Pendidikan Vokasi di Indonesia

98
×

Kemnaker Gandeng Huawei Perkuat Kualitas Pendidikan Vokasi di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) menggandeng PT Huawei Tech Investment untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Kerja sama strategis ini difokuskan pada pengembangan kompetensi serta pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Jakarta, Selasa (23/6/2026), sebagai langkah operasional dari nota kesepahaman yang telah disepakati pada 23 April 2025.

Inisiatif ini dirancang untuk mengimplementasikan kebijakan kementerian ke dalam program nyata bagi dosen dan mahasiswa.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya konkret untuk memangkas kesenjangan antara dunia pendidikan dan tuntutan pasar kerja.

Ia menekankan pentingnya memastikan materi pembelajaran bersifat aplikatif dan tidak sekadar teori di ruang kelas.

“Kami ingin memastikan ilmu yang diajarkan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan aplikatif dan relevan dengan tuntutan pasar kerja,” ujar Cris.

Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kemnaker, Polteknaker saat ini berfokus pada pengembangan tenaga ahli di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, serta Manajemen Sumber Daya Manusia.

Melalui kemitraan ini, mahasiswa akan mendapatkan akses wawasan mengenai standar kerja digital, hubungan industrial modern, hingga manajemen talenta kelas dunia.

Terdapat tiga pilar utama dalam kerja sama ini. Pertama, integrasi praktisi industri ke dalam proses belajar-mengajar, penyelarasan kurikulum, serta penyediaan fasilitas praktik bagi mahasiswa.

Kedua, penguatan kapasitas pendidik melalui program Training to Trainer dari ICT Academy.

Melalui pelatihan tersebut, para dosen diharapkan dapat memperbarui keahlian teknologi mereka untuk kemudian ditransfer kepada mahasiswa.

Ketiga, pemberdayaan SDM melalui penyediaan kesempatan magang serta pelaksanaan campus hiring.

Program ini menjadi jembatan bagi talenta muda Polteknaker untuk terserap langsung ke dalam dunia usaha.

Cris menambahkan pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi daya saing bangsa.

Kemnaker berkomitmen untuk mencetak individu yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu berkarya secara bermartabat dan kompetitif di era digital.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.