KONI Kabupaten Solok Layangkan Surat Protes karena Merasa Dicurangi

  • Bagikan

SOLOK, KABARSUMBAR – Perhelatan partai final tinju kelas 52 kilogram,petinju Kabupaten Solok, Ahmad Wike berhadapan petinju Sawahlunto, Fauzi Ahmad di Porprov 2018 nyaris berakhir ricuh, Senin malam (26/11) di Pasar Nagari Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman.

Peristiwa itu terjadi ketika dewan hakim dan wasit, Amri Yusran Nasution mengumumkan hasil pertandingan. Petinju Kabupaten Solok yang diyakini khalayak ramai menang angka, malah dinyatakan kalah oleh hakim pertandingan.

Tak ayal, penonton dan tim Kabupaten Solok yang merasa dirugikan dengan hasil itu memperotes keputusan wasit, hakim dan panitia pertandingan. Sejumlah properti yang ada di lokasi sempat menjadi sasaran amukan kekesalan penonton yang sudah memuncak,bahkan nyaris berujung baku pukul.

Kondisi tersebut tidak berlanjut ketika tim Kabupaten Solok yang dipimpin Ketua KONI, Rudi Horizon memutuskan untuk menarik diri dari lokasi pertandingan bersama Wakil Bupati Solok yang turut menyaksikan langsung pertandingan.

“Jelas kami tidak terima, dari jalannya pertandingan, kami sangat yakin petinju Kabupaten Solok menang angka dibanding petinju lawan, rasanya kami dicurangi secara terang-terangan,” sebut Ketua KONI Kabupaten Solok, Rudi Horizon, Selasa pagi (27/11).

Bahkan, sebut Rudi, nyaris semua penonton terkejut terhadap hasil pertandingan yang diumumkan wasit. Tidak saja kontingen Kabupaten Solok, tapi juga penonton dari berbagai daerah lain yang turut meramaikan partai final tersebut.

Usai pengumuman, jelas Rudi, Tim Kabupaten Solok mencoba untuk melakukan protes, namun amat disayangkan, wasit dan hakim pertandingan malah enggan menerima protes langsung dari kontingen Kabupaten Solok dan meminta pihak Kabupaten Solok untuk melayangkan protes ke dewan hakim panitia besar.

“Seharusnya kita bisa protes langsung terhadap putusan wasit yang sangat merugikan kami, kami punya video utuh rekaman pertandingan,” cetus Rudi merasa kesal dan mempertanyakan sportifitas dewan hakim.

Pihaknya akan melayangkan surat protes secara resmi pada dewan hakim panitia besar Porprov 2018, panitia penyelenggara Pertina dan bakal ditembuskan ke PB- Pertina.

“Kita sudah siapkan surat protes bersama berkas video pertandingan, kita akan sampaikan suratnya hari ini,” tutup Rudi.

(Fernandez)

  • Bagikan