KPK Rencanakan Tuntut Bupati Solsel Muzni Zakaria !

Solok Selatan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merencanakan pembacaan penuntutan untuk Bupati nonaktif Solok Selatan Muzni Zakaria, selaku terdakwa kasus penerimaan fee dua proyek pembangunan.

Meski Ibu Kota tengah memberlakukan PSBB, agenda sidang tetap dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Tipikor PN Padang pada hari ini Rabu, 16 September 2020.

Hal ini disampaikan Rikhi B Maghaz selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK yang menangani kasus ini, surat tuntutan sendiri sudah diselesaikan dan siap untuk diajukan kepada Majelis Hakim PN Padang yang menyidangkan kasus tersebut.

“Ya, kita sudah akan masuk pada agenda tuntutan. Rencana kami besok (hari ini red), kami akan bacakan tuntutan untuk yang bersangkutan,” kata Rikhi kepada satu media via telfon pada Selasa, 15 September 2020.

Rikhi menerangkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di Jakarta juga tak berpengaruh pada proses persidangan agenda tuntutan, akan tetap berlangsung.

“Tidak, tidak virtual. PSBB pada dasarnya tidak mengganggu proses ini. Jadwalnya tetap dibacakan di pengadilan secara langsung,” terangnya.

Penasihat Hukum (PH) Terdakwa Muzni Zakaria dari Elza Syarief Law Office, David Fernando bersama tim menyampaikan, pihaknya sudah siap untuk mendengarkan dan menyampaikan tanggapan atas tuntutan yang akan diajukan JPU KPK kepada klien mereka Muzni Zakaria.

“Besok jadwalnya. Kita siap,” sebut David.

Dalam agenda pembuktian, sejumlah saksi hingga ahli telah dihadirkan untuk memberikan kesaksian terkait kasus tersebut, termasuk salah satunya Muhammad Yamin Kahar, pengusaha dan bos Dempo Group (berkas terpisah), yang diduga sebagai pemberi fee kepada Muzni Zakaria terkait proyek pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Solok Selatan.

Muzni Zakaria diduga telah menerima uang dan barang dari Yamin Kahar dengan nilai mencapai Rp375.000.000, pemberian itu diduga berkaitan dengan balas jasa setelah memenangkan perusahaan yang diusung Yamin Kahar pada proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan Jembatan Ambayan Solok Selatan pada tahun anggaran (TA) 2018.

Jaksa menuliskan, pada Januari 2018 terdakwa Muzni Zakaria mendatangi rumah M. Yamin Kahar (berkas terpisah) yang merupakan bos Dempo Group di kawasan Lubuk Gading Permai V, Jalan Adinegoro, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

Dalam pertemuannya, terdakwa menawarkan paket pengerjaan kepada M. Yamin Kahar dengananggaran sebesar Rp55 miliar, yang kemudian disanggupi oleh M. Yamin Kahar, saat pelelangan proyek berlangsung, perusahaan yang diusung oleh M. Yamin Kahar pun menang.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...