KPU Dinilai Membangkang Putusan PTUN, Irman Gusman Terancam Gagal Nyaleg

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai telah membangkang putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang memerintahkan KPU untuk memasukkan nama Irman Gusman dalam Daftar Calon Tetap (DCT) pemilihan Anggota DPD RI pada Pemilu bulan depan.

Putusan PTUN tersebut dikeluarkan pada 8 Januari 2024 dengan nomor penetapan 600/G/SPPU/2023/PTUN-JKT.

PTUN memerintahkan KPU untuk melaksanakan seluruh isi putusan tersebut, termasuk memasukkan nama Irman Gusman dalam DCT.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, KPU masih belum memenuhi putusan PTUN tersebut. Penolakan KPU ini mendapat kritik keras dari berbagai pihak, termasuk pakar hukum, praktisi hukum, dan politikus.

Anggota DPR RI dari PAN Guspardi Gaus curiga ada pihak yang sengaja mengganjal Irman Gusman. “Mungkinkah ada orang kuat, yang lebih kuat dari pada undang-undang, yang sedang menghalangi Irman untuk mengikuti Pemilu?” ungkap Guspardi.

Guspardi mengatakan, KPU seyogyanya memberikan contoh bagaimana lembaga negara menaati putusan pengadilan. “Sikap KPU yang tidak mau mengeksekusi putusan PTUN menyebabkan terjadinya ketidakpastian hukum bagi peserta Pemilu, dan jelas melanggar amanat UU Pemilu,” kata Guspardi.

Mantan hakim Mahkamah Konstitusi Dr. Maruarar Siahaan menjelaskan bahwa selama suatu putusan hakim tidak dibatalkan, maka selama itu pula putusan tersebut tetap berkekuatan hukum mengikat. “Termasuk putusan PTUN dalam perkara Irman Gusman,” ujarnya.

Pakar hukum tata negara dan ketua Program Doktor Ilmu Hukum pada Universitas Kristen Indonesia (UKI), Prof. John Pieris, menyebut penolakan KPU sebagai “tindakan yang tidak terpuji” dan “tidak menghormati asas negara hukum.”

“KPU harus dihukum apabila terus membangkang,” tegas John Pieris yang juga adalah mantan anggota DPD RI.

“Tidak benar sebuah lembaga negara independen tidak menghormati konstitusi bahkan putusan pengadilan. Ini perbuatan melawan hukum,” imbuhnya.

KPU belum memberikan tanggapan atas kritik keras tersebut.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.