Kurangnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Aturan, Berimbas Pada Anak

Padang – Jumlah warga positif Covid-19 meningkat pesat di satu bulan belakangan ini, semua itu karena turunnya kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Padang Hendri septa menyebutkan cukup banyak masyarakat yang cuek dan tidak bermasker, imbasnya kepada anak-anak tidak bisa bersekolah selama hampir tujuh bulan.

“Yang paling menderita anak-anak kita, samp[ai sekarang mereka tidak bisa bersekolah gara-gara banyak yang cuek dengan Covid-19,” ujarnya saat apel pagi persiapan sosialisasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Balai Kota pada Senin, 14 September 2020.

Padang hingga saat ini berada di zona merah, untuk bisa melaksanakan belajar tatap muka suatu daerah yang mesti berada di zona hijau. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga menetapkan, daerah yang sudah zona hijau memastikan dulu tidak ada lagi penambahan pasien positif agar bisa melaksanakan belajar tatap muka.

“Kaihan anak-anak kita, sampai kapan dan berapa lama mereka di rumah saja,” tambahnya lagi.

Jumlah pasien terpapar Covid-19 mencapai angka seribu lebih sekarang ini, sedangkan di masa PSBB lalu jumlah terpapar virus sekitar 500 orang saja.

“Jika dibiarkan terus menjelang akhir tahun dikhawatirkan peningkatannya dapat mencapai tiga kali lipat dari yang sekarang,” sebutnya.

Upaya agar masyarakat sadar akan bahayanya virus ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menerbitkan Peraturan Adaptasi Kebiasaan Baru (Perda AKB) agar masyarakat mengikuti aturan protokol tersebut dan apabila tidak mengikuti akan dikenakan hukuman.

“Mari kita peduli dan menjaga kesehatan diri dari protokol kesehatan, apabila Perda ini terlaksana dengan baik, saya yakin perilaku warga akan berubah 180 derajat,” ungkap wawako.

 

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...