Mahasiswi UNP Hilang dibawa Dukun Saat KKN Ternyata Hoax

  • Bagikan
Mahasiswi UNP Hilang dibawa Dukun Saat KKN Ternyata Hoax
Screenshoot video pernyataan VR. Foto : Istimewa

Padang – Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial VR yang dikabarkan hilang saat KKN karena diduga dibawa oleh dukun di Daerah Tampuniak, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan, ternyata Hoax.

Hal tersebut diklarifikasi oleh VR sendiri melalui vidio berdurasi singkat. Dalam vidio tersebut ia menyatakan tidak hilang dibawa oleh dukun dalam pengaruh hipnotis melainkan lari bersama pacarnya.

“Assalamuallaikum masyarakat Sumbar dan pesisir selatan khususnya lengayang, saya yang bernama Veny mahasiswi UNP yang dinyatakan hilang dibawa kabur dukun dalam pengaruh hipnotis semua itu bohong,” tegas Veny.

Dalam vidio klarifikasi tersebut ia bersumpah atas nama tuhanya, bahwa ia pergi dari rumah atas keinginanya sendiri dan rencananya dengan pacar untuk menikah secara sembunyi-sembunyi.

Baca Juga :  Hujan disertai Badai Buat Penerbangan di Bandara Minangkabau Terganggu

“Saya pergi dari rumah atas keinginan saya sendiri dan rencana kami berdua, sumpah atas nama allah sebenarnya kami telah lama menjalin hubungan tanpa diketahui siapapun termasuk orang tua saya sendiri, kami memang saling sayang, alhamdulillah 14 Juli 2021 jam 10 malam kami melakukan akad nikah di Kayu Aro Kerinci. Sumpah atas nama allah diantara kami berdua dalam keadaan sadar tanpa pengaruh apapun dan paksaan apapun.Karena pernikahan ini telah kami lakukan berdua,” Jelasnya.

Ia menegaskan lari dari rumah karena saling sayang bukan karena pengaruh hipnotis. Dalam pengakuanya tersebut ia meminta maaf kepada masyarakat Sumbar karena telah membuat geger dan telah membuat khawatir.

Baca Juga :  Enam Pemilik Dan Pengguna Narkoba Jenis Sabu Serta Ganja Ditangkap

Sebelumnya Veny dikabarkan hilang di Daerah Tampuniak, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan, pada Selasa 13 Juli saat melakukan KKN. Dari informasi yang beredar Orang tua VR sempat mengunjungi rumah Ketua tim KKN berinisial FDP untuk menanyakan anaknya karena VR tak kunjung pulang.

Namun FDP menjelaskan bahwa pada saat itu korban tidak hadir mengikuti KKN bersama dengan tim KKN daerah Tampuniak. Hingga ia dikabarkan hilang dan menghebohkan masyarakat

  • Bagikan