Nurani Minta Polisi Serius Tangani Kasus Hilangnya Mahasiswi KKN UNP Dibawa Kabur Dukun

  • Bagikan
Foto : ilustrasi

Pesisir Selatan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial VR (22) hilang saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN). Mahasiswi asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) ini diduga dibawa kabur dukun.

Nurani perempuan women’s crisis center meminta pihak kepolisian serius menindaklanjuti laporan hilangnya mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP), yang diduga dibawa dukun, dengan dinyatakan hilang saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN).

Sebelumnya, dilaporkan korban berinisial VR (22) ini dinyatakan hilang saat hendak pergi KKN di Pesisir Selatan, VR telah hilang sejak lima hari belakangan, dengan pihak keluarga telah membuat laporan ke Polsek Lengayang, yang membawahi wilayah hukum lokasi tempat korban KKN yaitu di Tampunik, Kecamatan Lengayang.

Direktur Women Crisis Center Nurani Perempuan Rahmi Merry Yenti, menyatakan tindakan yang dilakukan oleh terduga pelaku merupakan sebuah kejahatan, maka itu pihak kepolisian harus bergerak cepat, apakah korban diimingi atau memang itu dipengaruhi alam bawah sadar dia (dukun) karena itu keahliannya.

Baca Juga :  Pemkab Pessel; Tidak Ada Pengganti Tanaman Pertanian Warga Terdampak Banjir

“Ini sebuah tindak kejahatan, karena kita tidak tau apa yang terjadi sekarang. Apalagi mahasiswi ini baru pertama bertemu dengan dukun ini. Bisa saja dipaksa untuk menikah, akhirnya menikah. Bisa prilaku dukun ini ingin menguasai korban. Menurut saya ini sebuah kejahatan karena memanfaatkan situasi,” ucapnya.

Merry mengungkapkan, dalam kasus ini penegak hukum bisa bekerja secara koordinasi antar sektor kepolisian, karena dengan cara itu, maka akan lebih mudah untuk melacak mahasiswi UNP yang diduga dibawa dukun atau menangkap terduga pelaku.

Ia meminta pihak kepolisian dapat memprioritaskan kasus ini dan serius menangani.

“Polisi Harus serius tangani kasus. Kerja koordinasi antar polres hingga polda bisa dilakukan untuk menemukan pelaku,” ujarnya.

Baca Juga :  Breaking News ! Seorang Warga Jatuh di Flyover Kelok Sembilan

Sebelumnya, Kapolsek lengayang Iptu Beny Hari Muryanto mengatakan, kasus ini telah ditindaklanjuti dan masih dalam penyelidikan, pihaknya masih melacak keberadaan terduga pelaku dan korban.

“Terduga pelaku merupakan pendatang di wilayah kabupaten pesisir selatan, sebelumnya, yang bersangkutan asal palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Pihak kami masih berusaha mencari,” katanya.

Kakak VR berinisial F menyebutkan, adiknya diduga telah dipengaruhi atau dihipnotis oleh terduga pelaku, sebab dukun tersebut tidak pernah menjalin komunikasi dengan adiknya.

Bahkan katanya, pertemuan sekali dilakukan ketika adiknya menemani orang tuanya untuk berobat ke dukun tersebut.

 

  • Bagikan