Memakai Deta, Bupati Irdinansyah Kembalikan Marwah Pariwisata Tanah Datar

130 Travel Agent 3 Negara minati potensi wisata Tanah Datar

Fhoto : Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi fhoto bersama dengan peserta Padang Travel Mart, yang terdiri dari 130 biro travel dengan memakai Deta, Sabtu (20/10).(ddy)

TANAH DATAR, KABARSUMBAR.COM – Tidak banyak yang tahu apa itu Deta atau Destar. Sebuah ikat kepala yang memberi arti tentang kewibawaan dan penghormatan terhadap sipemakainya. Deta yang juga merupakan bagian dari pakaian adat ini, dipakai Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dalam menyambut 130 Travel Agent 3 negara di Gazebo Indo Jolito, Sabtu (20/10).

Dalam Event Padang Travel Mart 2018 itu, keberadaan deta yang dipakai oleh orang nomor satu di Tanah Datar itu, seakan mengembalikan marwah pariwisata Tanah Datar di depan utusan travel agent dari Singapura, Indonesia dan Malaysia.

Dalam paparannya, Irdinansyah menyebutkan jika deta yang ia pakai merupakan simbol kewibawaan bagi para lelaki di Minangkabau.

“Deta atau Destar adalah tutup kepala atau sebagai perhiasan tutup kepala yang dipakai sehari hari oleh lelaki di minangkabau, bila dilihat pada bentuknya disesuaikan dengan daerahnya masing masing,” ucap Irdinansyah.

Dengan memperkenalkan Deta ini, Irdinansyah didepan peserta Padang Travel Mart menceritakan jika ikat kepala yang dipakai lelaki Minangkabau atau Deta banyak ragamnya, mulai dari yang simple hingga yang rumit dengan banyak lipatan seperti yang dikenakan pata datuk.

Konon ucapnya, pada masa dahulu tidak ada lelaki Minang berkeliaran di luar rumah dengan kepala terbuka, deta dianggap sebagai wibawa dan identitas pemuda di Minangkabau.

“Hingga saat ini, masih banyak lelaki di Minangkabau yang memakai Deta, dan jika para peserta ingin melihat seakan kembali ke zaman dahulu, Tanah Datar yang bekerja sama dengan Genpi sudah membuat desrinasi wisata kuno yang disebu Pasar Van der Capellen,” tutur bupati Irdinansyah.

Didepan 130 Travel Agent itu, bupati yang didampingi oleh Kepala Pariwisata Tanah Datar Abdul Hakim, Ketua Genpi Hijrah Adi Sukrial dan Ketua Asociation of The Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) Sumbar Ian Hanafiah mempresentasikan 150 buah destinasi wisata yang ada di Luhak Nan Tuo ini.

“Untuk itu, kami atas nama pemerintah daerah, berharap para biro perjalanan travel ini bisa memberikan warna baru kepada wisatawan tentang pariwisata unggulan yang ada di daerah kami. Mudah mudahan dengan adanya bantuan biro travel ini, potensi wisata di Tanah Datar lebih dikenal dan memberikan nilai jual yang bisa memberikan pemasukan bagi daerah,” harap Irdinansyah.

Sementara itu, Ketua Asita Ian Hanafiah mengajak pengusaha travel yang berada dalam kegiatan tersebut, agar dapat lebih kreatif merancang paket perjalanan wisata ke Tanah Datar, karena potensi didaerah itu masih layak jual.

“Ini juga harus ada sinkronisasi dengan pemerintah, bagaimana membuka variasi dan kombinasi perjalanan baru, agar dapat memberikan nilai tambah bagi pariwisata daerah,” ucap Ian.

Dan katanya, tidak hanya destinasi yang telah mapan, tetapi perlu dikreasikan lebih banyak lagi paket-paket wisata baru sesuai selera wisatawan.

“Kami mohon kepada pemerintah untuk melibatkan semua pihak untuk mempromosikan potensi wisata, termasuk kepada Asita sendiri,” pungkas Ian. (Ddy)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...