Pemerintah

Menaker Paparkan Strategi Indonesia Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

158
×

Menaker Paparkan Strategi Indonesia Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

Sebarkan artikel ini

Jenewa – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan strategi Indonesia dalam menyiapkan tenaga kerja masa depan di hadapan peserta Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.

Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi, perluasan peluang kerja, dan pelindungan pekerja di tengah akselerasi kecerdasan buatan (AI) serta perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.

Yassierli menegaskan bahwa disrupsi teknologi tidak boleh meminggirkan posisi pekerja.

Pemerintah berkomitmen memastikan setiap individu memiliki kompetensi yang relevan sekaligus akses terhadap perlindungan sosial yang memadai.

“Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat pelindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak,” ujar Menaker Yassierli, Selasa (8/6/2026).

Ia menjelaskan, dinamika pasar kerja saat ini menuntut pendekatan inklusif.

Menurutnya, anak muda memerlukan pengalaman kerja praktis, lulusan sekolah membutuhkan pelatihan yang relevan dengan industri, sementara pekerja di sektor digital serta sektor berisiko tinggi memerlukan sistem pelindungan yang lebih kokoh.

Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memprioritaskan penguatan keterampilan melalui Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi.

Program ini memberikan kesempatan kerja selama enam bulan dengan tambahan uang saku dari negara.

Tahun lalu, program tersebut menjangkau 100.000 peserta dan ditargetkan meningkat menjadi 150.000 peserta pada tahun ini.

Selain itu, pemerintah menggulirkan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA sederajat dengan target 300.000 peserta.

“Program-program ini juga memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan,” tambah Yassierli.

Selain peningkatan kompetensi, pemerintah mengintegrasikan agenda penciptaan jutaan lapangan kerja baru melalui program strategis nasional.

Beberapa di antaranya mencakup program Makan Bergizi Gratis, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, hingga proyek hilirisasi industri.

Terkait aspek pelindungan, Indonesia kini tengah meratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan. Langkah ini merupakan bentuk komitmen konkret negara terhadap keselamatan dan kesehatan kerja bagi awak kapal perikanan.

Pemerintah juga terus mematangkan kebijakan nasional bagi pekerja platform digital sebagai respons atas pergeseran pola kerja modern.

Seluruh kebijakan ini diperkuat melalui dialog sosial aktif dengan melibatkan pengusaha dan serikat pekerja di bawah Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional.

Di akhir pidatonya, Menaker menyatakan kesiapan Indonesia berkolaborasi dengan ILO dalam pengembangan kurikulum vokasi dan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas.

Ia juga menegaskan kembali solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina dengan mendukung program pemulihan ketenagakerjaan di wilayah yang terdampak konflik.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.