PemerintahSumatera Barat

Mendagri Apresiasi Sumbar, Tangani Bencana dan Kelola APBD yang Baik

274
×

Mendagri Apresiasi Sumbar, Tangani Bencana dan Kelola APBD yang Baik

Sebarkan artikel ini
mendagri-apresiasi-kinerja-pemprov-sumbar-dalam-penanganan-bencana-–-pengelolaan-apbd
Mendagri Apresiasi Kinerja Pemprov Sumbar Dalam Penanganan Bencana – Pengelolaan APBD

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Apresiasi ini diberikan atas kinerja Pemprov Sumbar dalam penanganan bencana dan pengelolaan APBD 2025.

Mendagri Tito menilai kinerja Sumbar dalam penanganan tanggap darurat bencana dan pengelolaan APBD termasuk yang terbaik di Indonesia.

Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjukkan realisasi belanja APBD Sumbar mencapai 85,58 persen dari total APBD sebesar Rp6,24 triliun.

Capaian ini menempatkan Sumbar di peringkat tiga nasional dalam realisasi belanja APBD provinsi, setelah Jawa Barat dan Kepulauan Riau.

Realisasi pendapatan APBD Sumbar mencapai 93,32 persen dari target Rp6,12 triliun, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 89,31 persen.

Sumbar berada di peringkat 10 nasional untuk realisasi pendapatan.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 yang diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia secara daring, Selasa (24/12/2025).

“Secara persentase, kinerja APBD Sumbar bagus. Termasuk dalam penanganan bencana Sumbar juga menunjukkan kinerja positif,” kata Tito.

Menurut Tito, koordinasi lintas sektor di Sumbar berjalan baik dalam penanganan bencana, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak bisa terpenuhi dengan cepat.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersyukur atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat.

Ia menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemprov Sumbar.

“Alhamdulillah, dari pelaksanaan APBD tahun 2025 ini, kita termasuk yang baik. Dari sisi pendapatan kita masuk 10 besar nasional, dan dari sisi belanja kita termasuk tiga besar nasional,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menambahkan, Pemprov Sumbar berkomitmen mempercepat pelaksanaan APBD Tahun 2026 dengan menyiapkan proses tender sejumlah kegiatan lebih awal melalui skema lelang dini.

“Kita perlu cepat, karena pada tahun anggaran 2026 nanti, fokus kita adalah rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana,” tegas Mahyeldi.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.