Jakarta – Zainudin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) melakukan koordinasi dengan kementerian-kementerian untuk dukungan Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Paragames XI tahun 2022.
Menpora Amali menghadiri Sidang Kabiner Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (1/3). Pada kesempatan ini Menpora Amali menyampaikan terkait Indonesia yang akan menjadi tuan rumah ASEAN Paragames XI tahun 2022 pada Bulan Juli mendatang dan telah mengkoordinasikan dengan kementerian lainnya.
“Kita akan koordinasikan dengan lintas kementerian. Saya sudah lapor ke Mensesneg, Menkeu, inshaAlloh semuanya support,” ujar Menpora Amali.
Sebelum itu, Menpora Amali mengadakan Rapat Pimpinan bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk membahas persiapan yang matang.
“Iya tadi kami baru Rapim, rapat permulaan sebelum Rakor. Kemenpora bersama NPC Indonesia untuk mempersiapkan tentang hal-hal yang akan kita bawa ke Rakor mendatang, mengenai kita sebagai tuan rumah ASEAN Para Games XI 2022 bulan Juli mendatang,” kata Menpora Amali.
Menpora Amali bersama tim akan mengupayakan yang terbaik dalam persiapan event besar Asia Tenggara ini karena telah diberi percayaan yang besar. “Kita diberikan kepercayaan oleh negara-negara Asean kita akan kerjakan secara serius. Meski waktunya sangat mepet, karena Vietnam tidak sanggup menggelar Asean Para Gamesnya jadi diberikan kepada Indonesia,” tegasnya.
Dalam Rapim itu banyak isu yang telah dibahas, antara lain persiapan venue, akomodasi dan sebagainya. “Karena kita sebagai tuan rumah pasti kita juga akan membahas tentang kesiapan infrastrukturnya. Kita inventarisir mana yang ada renovasi mayor, mana yang minor. Kemudian juga tentang akomodasi, transportasi dan sebagainya yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat tetapi pelaksana di lapangan sebagai ketua panitianya adalah Walikota Surakarta,” urainya.
Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyampaikan ada beberapa isu yang dibahas saat Rapim dengan Menpora Amali dan jajarannya, salah satunya renovasi mayor venue kolam renang. “Dari venues ada yang tidak memerlukan renovasi, ada yang memerlukan renovasi mayor ada juga yang memerlukan renovasi minor,” ujarnya.
“Ada renovasi yang mayor yakni venue renang. Karena penggantian lantai dan kedalaman kolam. Saat ini hanya sedalam 1,35 m, 2,20 m, minimal untuk standar internasional minimal 2,5 meter,” tambahnya.






