Operasi Ketupat 2018, Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat di Kota Solok

Konferensi pers rilis data seputar Operasi Ketupat tahun 2018 diwilayah hukum Polres Solok Kota, Senin 25 Juni 2018. Foto : Fernandez
Konferensi pers rilis data seputar Operasi Ketupat tahun 2018 diwilayah hukum Polres Solok Kota, Senin 25 Juni 2018. Foto : Fernandez
Konferensi pers rilis data seputar Operasi Ketupat tahun 2018 diwilayah hukum Polres Solok Kota, Senin 25 Juni 2018. Foto : Fernandez
Konferensi pers rilis data seputar Operasi Ketupat tahun 2018 diwilayah hukum Polres Solok Kota, Senin 25 Juni 2018. Foto : Fernandez

SOLOK, KABARSUMBAR – Pelanggaran lalu lintas selama Operasi Ketupat 2018 dilingkup Polres Solok Kota meningkat. Angka itu keluar dalam rilis data yang dikeluarkan Polres Solok Kota selama Operasi Ketupat tahun 2018 bertempat di Mapolres Solok Kota, Senin (25/6/2018).

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Lantas Iptu Rifaizal Samual menyatakan, selama Operasi Ketupat tahun 2018 mengalami kenaikan pelanggaran.

Dimana pelanggaran tersebut, didominasi oleh pengguna kendaraan bermotor yang tidak mematuhi dan memahami peraturan berlalu lintas.

Perbandingan data Operasi Ketupat tahun 2017 dan 2018, menunjukkan, 455 perkara tilang selama 2018 naik dibandingkan 2017 yang hanya menangani 50 perkara tilang.

“Ada kenaikan sekitar 810 persen pelanggaran. Sedangkan jumlah teguran tahun 2018 berjumlah 216 perkara, dibandingkan tahun lalu berjumlah 146 perkara juga mengalami kenaikan 48 persen,” kata Kasat.

Kasat menyampaikan, jumlah kejadian Laka Lantas tahun 2018 berjumlah dua kasus. “Dibandingkan tahun 2017 berjumlah 7 kasus turun 71 persen, dengan rincian korban meninggal dunia tahun 2018 NIHIL, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 4 orang turun 100 persen,” jelas Kasat.

Sedangkan untuk korban luka berat tahun 2018 tidak ada, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 4 orang turun 100 persen. Korban luka ringan tahun 2018 berjumlah 5 orang, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 5 orang sama dengan jumlah tahun sebelumnya.

Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas, pihaknya juga mengaku melakukan sejumlah kegiatan sosialisasi dan pengawalan.

Dalam bidang Preventif tahun 2018 berjumlah 145 kali, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 102 kali naik 43 persen. Kemudian, Pemasangan spanduk tahun 2018 berjumlah 36 spanduk, dibandingkan tanhun 2017 berjumlah 28 spanduk naik 29 persen.

Bimbingan dan penyuluhan pun dilaksanakan pada sekolah, masyarakat hingga komunitas pada tahun 2018 berjumlah 7 kali, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 1 kali naik 600 persen. “Agar kesadaran berlalu lintas masyarakat bisa ditingkatkan,” katanya.

Dibidang Preventif sat lantas pokres solok kota melakukan Pengaturan lalu lintas tahun 2018 berjumlah 519 kegiatan, dibandingkan tahun sebelumnya berjumlah 417 naik 24 persen.

Patroli kendaraan roda dua tahun 2018 berjumlah 136 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 62 kegiatan naik 119 persen. Patroli kendaraan roda empat tahun 2018 berjumlah 131 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 50 kali kegiatan naik 162 persen.

Satlantas Polres Solok Kota dalam Penjagaan tahun 2018 berjumlah 255 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 sebanyak 215 kegiatan naik 19 persen. Pengawalan tahun 2018 berjumlah 10 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 9 kegiatan naik 11 persen.

Pihaknya mengimbau masyarakat Kota Solok agar meningkatkan kesadaran berlalu lintas tidak hanya dalam operasi ketupat saja, namun juga dalam keseharian berlalu lintas. “Agar tercipta kondisi yang aman dan tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polres,” harapnya.

Dalam rilis data Operasi Ketupat Polres Solok Kota turut hadir Walikota Kota Zul Elfian dan Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can.

[Fernandez]