Padang – Pergantian kepemimpinan di DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat pasca mundurnya Arisal Aziz dinilai justru memperkuat soliditas internal partai.
Transisi yang berlangsung cepat membuktikan bahwa seluruh kader di daerah tetap berada dalam satu barisan yang kokoh.
Tokoh PAN Sumatera Barat, Guspardi Gaus, menekankan bahwa respons cepat partai dalam mencari pengganti menunjukkan harmonisasi organisasi terjaga dengan baik.
Menurutnya, dinamika yang muncul setelah pengunduran diri Arisal Aziz pada 9 Juni 2026 merupakan bagian wajar dari proses demokrasi.
“Buktinya setelah Arisal Aziz mundur, proses pergantian kepemimpinan berlangsung cepat dan tepat. Hanya berselang lima hari, tepatnya 14 Juni 2026, ketua yang baru sudah dilantik,” ujar anggota DPR RI periode 2019-2024 tersebut.
Guspardi menilai penunjukan kembali Indra Dt Rajo Lelo sebagai Ketua DPW PAN Sumbar merupakan langkah strategis untuk memperkuat partai.
Pengalaman Indra memimpin PAN sebelumnya menjadi modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.
Ia menegaskan, keputusan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, tersebut didasarkan pada pertimbangan rekam jejak dan kapasitas yang teruji.
Baginya, kepemimpinan partai bersifat kolektif kolegial, sehingga figur pemimpin harus didukung oleh kekuatan organisasi yang menyeluruh.
“Ke depan harus dilakukan perencanaan dan pendataan yang matang agar PAN bisa meraih kursi pimpinan di Sumbar. Konsolidasi antara DPW dan DPD kabupaten/kota harus solid,” kata mantan anggota DPRD Sumbar tiga periode ini.
Guspardi turut mengingatkan seluruh kader agar tetap memegang teguh prinsip tegak lurus terhadap keputusan partai.
Ia menegaskan bahwa PAN merupakan organisasi dengan garis komando yang jelas dan vertikal.
“Dalam berpartai harus tegas, lurus, dan satu komando. Apa yang diputuskan ketua umum, kita harus mendengar dan mengikuti,” pungkasnya.






