Pemda Tanah Datar Siap Bersinergi dengan Ulama dalam Membangun Daerah

  • Bagikan
Foto : Pemkab Tanah Datar

Tanah Datar – Dalam kebudayaan Minangkabau terdapat sebuah istilah yang tidak asing lagi yakninya “tigo tungku sajarangan” tigo (dalam Bahasa Minangkabau-red) atau tiga disini artinya niniak mamak (penghulu), alim ulama, dan cadiak pandai. Ketiga nya sangat diperlukan dalam sebuah pemerintahan di Minangkabau.

Kepemimpinan mereka sangat dibutuhkan dalam pemerintahan dan mengatur norma yang berada ditengah-tengah masyarakat Minangkabau.

Ketiganya juga memiliki peranan yang berbeda dalam mendukung berjalannya pemerintahan di Minangkabau.

Salah satu dari tigo tungku sajarangan tersebut ialah alim-ulama. Ulama dinilai sangat berperan penting dalam membangun dan menyatukan masyarakat dalam dakwah.

Selain itu kehadiran ulama ditengah-tengah masyarakat merupakan sinergitas antara pemerintah daerah dan ulama dalam membangun daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Eka Putra saat acara silaturahmi dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Datar, Selasa malam, 23 Maret 2021 yang bertempat di rumah dinas Indo Jolito, Batusangkar.

Bupati juga mengharapkan MUI dan juga para ulama pada umumnya untuk menjadi wadah yang selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, mengembalikan marwah Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dan terus berkontribusi membangun kabupaten Tanah Datar secara moril melalui dakwahnya.

Hal demikian diharapkan karena pada saat ini tantangan sosial sudah sangat berat, mulai dari ancaman narkoba terhadap generasi muda, pergaulan bebas, serta perilaku menyimpang lainnya.

Tentunya ini bukan tugas pemerintah saja namun juga komitmen seluruh komponen masyarakat dalam memberatas penyimpangan sosial tersebut. Selain itu, Bupati juga berharap koordinasi dengan “tungku tigo sajarangan” terutama dalam memerangi rentenir.

Hal tersebut diupayakan guna meningkatkan ekonomi masyarakat, para pelaku usaha rumah tangga, UMKM serta petani agar tidak terjerat utang pada rentenir dan diharapkan juga BumNag pada setiap nagari difungsikan sebagai penyangga ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua MUI Tanah Datar Dr. Sukri Iska mengungkapkan bahwa kegiatan mengunjungi Gedung Indo Jolito ini merupakan kegiatan silaturahmi MUI Tanah Datar dengan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang baru.

Ketua MUI Tanah Datar juga menyampaikan bahawasannya ABS-SBK jangan hanya sebatas slogan, tapi harus direalisasikan dalam bentuk kegiatan nyata di lapangan seperti kegiatan rumah tahfiz, magrib mengaji serta kelompok majelis taklim yang ada pada setiap kecamatan hingga nagari yang ada di luhak nan tuo.

Beliau juga menambahkan, Kabupaten Tanah Datar sebagai “pusek jalo” di Minangkabau perlu menunjukan komitmennya dalam keberadaan tigo tungku sajarangan yang dirangkum melalui FKTTS (Forum Komunikasi Tungku Tigo Sajarangan).

Di kesempatan itu, Syukri Iska juga menyampaikan kepada Pemrintah Daerah terkait rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat ini.

  • Bagikan