Kabupaten Tanah DatarPemerintah

Pemkab Tanah Datar Gandeng Unand Tekan Angka Stunting

56
×

Pemkab Tanah Datar Gandeng Unand Tekan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini

Padang – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Andalas (Unand) guna mempercepat penurunan angka prevalensi stunting.

Langkah ini merupakan upaya serius pemerintah daerah dalam menjamin kualitas kesehatan generasi mendatang melalui intervensi yang terstruktur.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S), menyambangi kampus Unand pada Selasa (26/5/2026) untuk mematangkan rencana kerja sama. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Unand, Prof. Dr. Syukri Arief, serta Direktur Studi Unand, Prof. Dr. dr. Andani Eka Putra.

Kedua pihak sepakat menyusun program kolaborasi komprehensif yang mencakup target jangka pendek, menengah, hingga panjang. Ahmad

Fadly menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan sinergi berbagai pemangku kepentingan.

“Kami membahas program kerja sama yang menyeluruh. Stunting adalah persoalan serius bagi masa depan generasi mendatang, sehingga penanganannya harus dilakukan secara masif dan terstruktur,” ujar Ahmad Fadly.

Sebagai implementasi jangka pendek, Unand akan mengerahkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke 14 titik di Tanah Datar.

Para mahasiswa ini akan dibekali materi khusus untuk memberikan edukasi serta pendampingan pencegahan stunting yang efektif kepada masyarakat di tingkat nagari.

Sementara itu, untuk target jangka menengah dan panjang, Pemkab Tanah Datar dan Unand mematok penurunan prevalensi stunting hingga di bawah 10 persen dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, angka insiden kasus baru ditargetkan dapat ditekan di bawah 5 persen.

Direktur Studi Unand, Prof. Dr. dr. Andani Eka Putra, menjelaskan intervensi yang dirancang tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, hukum, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Langkah awal yang dilakukan adalah menginventarisasi persoalan di lapangan agar model intervensi tepat sasaran.

“Semua kegiatan nantinya berbasis pada pendampingan masyarakat langsung di nagari,” jelas Andani.

Saat ini, angka stunting di Kabupaten Tanah Datar berada di kisaran 26 persen.

Melalui kemitraan ini, Unand optimistis prevalensi tersebut dapat ditekan secara signifikan hingga di bawah 14 persen dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun mendatang.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.