Kota PadangPemerintah

Pemko Padang Genjot Implementasi Program Makan Bergizi Gratis

664
×

Pemko Padang Genjot Implementasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

Padang – Pemerintah Kota Padang menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara optimal, sejalan dengan visi kota.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Program MBG tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (22/7/2025).

Rakor yang dipimpin Gubernur Sumbar, Mahyeldi ini juga dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta jajaran, kepala daerah se-Sumbar, unsur Forkopimda Sumbar, kepala perangkat daerah terkait, serta perwakilan BUMN dan BUMD.

Maigus menegaskan, Pemko Padang telah menyiapkan berbagai langkah untuk menyukseskan program ini, termasuk pemetaan sasaran dan pelibatan sekolah serta masyarakat.

“Saat ini kita telah menjangkau sebanyak 27 sekolah yang melaksanakan MBG, semoga ke depan semakin bertambah lagi,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran program MBG.

Ia menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memastikan kesiapan infrastruktur, data penerima manfaat, dan koordinasi antar instansi.

“Program ini bukan sekadar bantuan makan bergizi gratis, tetapi investasi besar untuk generasi masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan program MBG dirancang sebagai intervensi langsung pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan gizi kronis, dengan sasaran utama pelajar SD dan SMP dari keluarga kurang mampu.

“Kami berharap program ini dapat berjalan seragam di seluruh Indonesia. Sumbar menjadi salah satu provinsi yang kami harapkan bisa menjadi model pelaksanaan yang sukses,” jelas Dadan.

Program MBG merupakan program prioritas nasional untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.

Program ini diharapkan berdampak terhadap pengembangan ekonomi lokal, pengurangan angka kemiskinan, pencegahan stunting, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.