Kota SolokPemerintah

Pemko Solok Maksimalkan Pengendalian Gizi dan Pencegahan Stunting

432
×

Pemko Solok Maksimalkan Pengendalian Gizi dan Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini

Solok Kota – Dalam rangka memaksimalkan program pengendalian gizi masyarakat dan pencegahan stunting, dinas Kesehatan Kota Solok lakukan monitiring dan evaluasi Surveilans Gizi Kota solok, Rabu 3 Desember 2020.

Kabid Pengendalian penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Solok, Pepy Ledy Soffiany mengatakan, percepatan perbaikan gizi masyarakat diprioritaskan pada percepatan stunting dengan target penurunan prevalesi stunting adalah 14 persen dan waiting 7 persenditahun 2024.

“Kalam rangka upaya penurunan stunting dan wasting maka Pemko Solok akan menyusun indikator kinerja program (IKP) dan indicator kinerja kegiatan (IKK) dalam rencana strategis kementerian kesehatan.

Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan kegiatan perbaikan gizi masyarakat yang dimonitor dan di evaluasi secara berkala melalui surveilans gizi yang meliputi indikator masalah gizi dan indicator kinerja program gizi.

“Dengan demikian salah satu upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui penguatan surveilans gizi,” ujarnya.

Untuk memperoleh informasi capaian kinerja perbaikan gizi masyarakat secara cepat, akurat, teratur, berkelanjutan dan dapat dipertanggung jawabkan, pihaknya akan melaksanakan kegiatan surveilans gizi.

Sebab, upaya perbaikan gizi masyarakat bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu teknologi.

Menurutnya, ada lima strategi yang harus dicapai, pertama, peningkatan kesehatan ibu, anak, KB dan kesehatan reproduksi. Kedua, percepatan perbaikan gizi masyarakat.

Ketiga, peningkatan pengendalian penyakit. Keempat, pemberdayaan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). Dan, kelima, penguatan sistem kesehatan dan pengawasan obat dan makanan.

Tak hanya itu, Ia menambahkan bahwa sinkronisasi dan sinergitas kegiatan dari SKPD penanggungjawab layanan di kota hingga tingkat kecamatan dan kelurahan merupakan hasil yang diharapkan nantinya.

Ia berharap secara bersama-sama mampu menaksimalkan pencegahan stunting di Kota Solok, sehingga kedepannya bisa memiliki anak-anak yang sehat, cerdas, mampu bersaing di era globalisasi dan mampu membangun Kota Solok di segala bidang.

“Persoalan stunting tersebut merupakan tantangan besar dan butuh kerjasama dari semua pihak,” pungkasnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.