Pemko Solok Menerima Kunjungan DPRK Aceh Utara

  • Bagikan

Solok Kota – Selasa 19 Januari 2020, bertempat di ruangan rapat Bappeda, Pemko Solok menerima kunjungan rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara atau juga dikenal dengan DPRK Aceh Utara merupakan lembaga legislatif Unikameral yang menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh. 

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara yang sebelumnya berada di Kota Lhokseumawe, sekarang dipindahkan ke induk Ibukota Aceh Utara yang berada di Landing, Lhoksukon. DPRK Aceh Utara memiliki 45 orang anggota yang berasal dari 11 partai politik, dengan perolehan suara mayoritas diraih oleh Partai Aceh.

Rombongan anggota DPRK Aceh Utara yang juga didampingi Sekretaris Dewan Nyak Tiari, melakukan kunjungan kerja ke Kota Solok mengenai pencegahan narkoba dan kampung anti narkoba, disambut oleh Walikota Solok diwakili oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Nova Elfino didampingi Kepala OPD terkait dan Camat serta Lurah se Kota Solok.

Saat ini Pimpinan DPRK Aceh Utara Ketua Arafat Ali dari Partai Aceh, Wakil Ketua I Hendra Yuliansyah dari Partai Demokrat, Wakil Ketua II H. Mulyadi C. H, dari partai PPP, dan Wakil Ketua III Misbahul Munir dari Partai Nanggroe Aceh.

Asisten I Drs. Nova Elfino dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada di Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah kepada Ketua DPRK beserta rombongan. “Sebuah kehormatan bagi Pemerintah Kota Solok atas kunjungan kerja DPRK Aceh Utara. Untuk itu atas nam Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Solok saya ucapkan Selamat Datang di Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah. Semoga bapak ibuk nyaman selama berada di Kota Solok dan tentunya apa yang menjadi tujuan kesini sesuai harapan dan ada yang bisa di bawa nantinya,” ungkap Asisten.

Nova dalam kesempatan itu juga memaparkan kepada rombongan sekilas gambaran tentang Kota Solok yang terdiri dari 2 kecamatan yakni Kecamatan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung Harapan dengan luas wilayah 57,64Km².

“Kota Solok sebuah kota kecil yang berada persimpangan jalur masuk dan keluar Sumatera Barat. Dengan kondisi yang dimiliki ini kami bercita-cita menjadi kota ini menjadi kota perdagangan, jasa yang maju dan modern” pungkas Nova.

Beliau juga menyampaikan, bahwa dengan keterbatasan yang dimiliki Kota Solok tetap berupaya melakukan pengembangan, tidak lain tidak bukan tujuannya untuk pelayanan kepada masyarakat.

Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, mengutarakan tujuan kunjungannya ke Kota Solok terkait upaya pencegahan narkoba dan kampung anti narkoba.

“Kami masih merasa kurang dari Kota Solok terhadap pencegahan narkoba mudah-mudahan banyak yang bisa kami adopsi untuk Aceh Utara nantinya. Terutama Kota Solok jika dilihat letak geografisnya memiliki potensi resiko yang tinggi terhadap peredaran narkoba” ungkap Ali.

Beliau juga mengakui sedikit kawalahan menghadapi narkoba dikarenakan Aceh Utara daerah yang cukup luas di Indonesia terdiri dari 27 Kecamatan dan 850 desa dengan jumlah penduduk lebih kurang 619.407 jiwa.

“Cara pencegahan perkembangan bahaya narkoba di Kota Solok yang membentuk Posko Kampung Anti Narkoba di setiap kelurahan. Makanya kami kesini untuk sharing informasi agar bisa kami terapkan nantinya di daerah kami” ucap sang Ketua.

Ali menilai dengan adanya posko, semakin terlihat kepedulian terhadap generasi muda dari ancaman narkoba. “Melalui posko-posko kampung anti narkoba di setiap kelurahan sebagai bentuk peduli kita kepada anak cucu kemenakan, apabila kita tidak perduli dengan anak kemenakan kita maka akan hancurlah generasi penerus kita” pungkasnya.

Tentunya dengan selalu memantau posko-posko ke setiap kelurahan dan tetap aktif, apa yang sudah dicanangkan harus dikawal. “Generasi penerus kita, butuh kita bersama dalam pemberantasan narkoba, jangan sampai mereka terjerumus dalam hal tersebut” tutup Ali.

  • Bagikan