Pendidikan di Kampus Bung Hatta Padang Agungkan IPK Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta, Padang Sumatera Barat memasang spanduk di sejumlah gedung kampus saat peringatan Hardiknas 2018
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta, Padang Sumatera Barat memasang spanduk di sejumlah gedung kampus saat peringatan Hardiknas 2018
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta, Padang Sumatera Barat memasang spanduk di sejumlah gedung kampus saat peringatan Hardiknas 2018
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta, Padang Sumatera Barat memasang spanduk di sejumlah gedung kampus saat peringatan Hardiknas 2018

Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Bung Hatta (BEMM-FE UBH) menilai jika kampus tempat mereka mengemban ilmu, sangat mengagungkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Dampaknya menciptakan mahasiswa apatis dan tidak kritik.

“Kita akhirnya mendewakan IPK dan membuat apatis,” kata Gubernur BEMM-FE UBH, Andre Syahputra, Rabu (2/5/2018).

Mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut menyampaikan kritik terhadap rektorat melalu orasi dan teaterikal saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 di halaman kampus II, Universitas Bung Hatta, By Pass, Kototangah, Kota Padang.

Menurut Andre, para birokrat mulai dari tingkat Universitas dan Fakultas sengaja menciptakan mahasiswa seperti ini, tidak lagi memperhalus budi pekerti sebagai tujuan pendidikan. BEMM-FE UBH ini meminta ada evaluasi secara skala besar.

“Perlu adanya evaluasi besar besaran terhadap dunia pendidikan,” kata Andre.

Bahkan kata Andre, Hardiknas merupakan bentuk euforia negara Indonesia dalam rangka mewujudkan kemerdekaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai mahasiswa sebagai arwah dari pendidikan Indonesia, perlu menyikapinya. Baika dengan mengevaluasi, kritik secara berkesinambungan. ”

“Pendidikan hari ini telah memasuki masa masa kritis, karena pendidikan hanya dihadapkan pada paham untuk mendewakan nilai,” katanya.

Menurut Gubernur BEMM-FE UBH Andre, ketika itu terus dihadapkan menjadi pelanggaran Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh Indonesia. Secara derevatif kepada UUD 1945.

“Mahasiswa perlu merapatkan barisan dan mengepalkan gerakan menuju revolusi pendidikan yg mengaplikasikan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Aksi damai digelar mahasiswa Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, seorang mahasiswa menilai, aksi memperingati itu supaya mahasiswa tahu adanya peringatan Hardiknas.

“Sangat bagus adanya memperingati hari pendidikan tersebut supaya mahasiswa tahu bahwa adanya hari pendidikan tersebut,” kata Jehan Azizi, mahasiswa UBH.

[Andesma Chandra]