Penggalangan Randang Untuk Lombok Tahap Kedua Ditutup Hari Ini

Ditutup Pukul 12.00 Wib, Pada 15 Agustus 2018.

Penyerahan bantuan bencana gempa Lombok berupa 1 ton rendang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Selasa 7 Agustus 2018. Foto : Putri Caprita
Penyerahan bantuan bencana gempa Lombok berupa 1 ton randang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Selasa 7 Agustus 2018. Foto : Putri Caprita

 

PADANG, KABARSUMBAR – Penggalangan satu ton randang untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tahap ke dua di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat (Sumbar) ditutup pukul 12.00 wib pada 15 Agustus 2018.

“Betul rencananya hari ini terakhir. Tidak ada lagi penambahan, sudah di packing semua dan akan dikirim lewat pos,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, di Padang Rabu (15/8).

Pihaknya mengatakan jumlah bantuan rendang tahap kedua sampai pagi ini sudah terkumpul 50 kilogram, usai pengiriman awal yang diantar langsung Wagub Sumbar pekan.

Sebelumnya kata dia, direncanakan 100 kilogram karena ada beberapa masyarakat yang menanyakan via telpon dan langsung datang ke BPBD. Ia mengingatkan masyarakat jika lebih dari 20 kilogram langsung saja antar ke pos, karena tanpa dipungut biaya.

“Kabupaten/Kota juga ada yang antar langsung, ada juga lewat pos. Perantau juga kirim rendang,” tuturnya.

Terkait jumlah yang dikumpulkan tidak sampai satu ton, Rumainur mengatakan, gerakan tersebut adalah target Sumbar secara keseluruhan. Dengan kata lain, titik pengumpulan randang dari Sumbar tidak berfokus di BPBD Sumbar.

Sebelumnya, tahap awal, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit langsung mengantarkan sebanyak 470 kilogram randang untuk warga korban gempa Lombok. Pemprov memilih mengirimkan randang karena selain enak, panganan khas Minangkabau ini juga tahan lama.

“Saya meminta kepada kabupaten/kota untuk packingnya randang tersebut setengah kilogram, supaya mudah dibagikan ke masyarakat,” ungkapnya.

Pemprov mengatakan masyarakat di Lombok sangat senang dengan adanya bantuan tersebut. “Karena rendang mudah sajikan, tinggal masak nasi langsung makan,” ujarnya.

Nasrul mengharapkan masyarakat dapat terketuk hatinya, mengingat akan masuk lebaran haji, untuk itu perlu peduli dengan sesama.

Sementara, perantau Minang di Lombok saat ini baru terdata 7 rumah yang rusak terkena gempa, untuk data validnya masih terus di kumpulkan. “Jika sudah terkumpul nantinya Pemprov akan bantu,” tutupnya.

(Putri Caprita)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...