Perang Opini Pilkada Padang Rambah Sosial Media

Pilkada serentak
Ilustrasi.

Perang opini masing-masing Bakal Calon (Balon) Walikota Padang pada Pilkada Padang tahun 2018 semakin luas. Saling adu argumen sendiri terlihat banyak terjadi pada dua wadah seperti sosial media dan pemberitaan.

Menurut Pengamat Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal mengatakan, diakui memang seiring perkembangan waktu beberapa tahun terakhir, penggunaan sosial media untuk membangun maupun perang opini semakin meluas.

“Kita lihat memang perkembangan teknologi, terutama sosial media menjadi wadah untuk hal membangun maupun perang opini. Tidak hanya di Kota Padang maupun Sumatera Barat, tapi sudah menyeluruh diseluruh nusantara,” kata Edi Indrizal di Padang, Selasa (15/8/2018).

Edi berpesan agar masyarakat tidak langsung percaya dengan informasi yang disuguhkan, sebelum melihat data objektif.

“Maka terpenting setiap orang yang membaca atau menyaksikan untuk mudah terpengaruh hoax ataupun fitnah. Apalagi memperhatikan porsinya sering lebih banyak yang tidak berbasis data objektif atau kurang jelas sumber datanya,” jelas Edi.

Walaupun menjadi wadah membangun opini bagi pihak yang berkepentingan, dilain sisi, menurut Edi, hal ini bisa membuat masyarakat lebih cerdas dalam menanggapi informasi.

“Masyarakat akan lebih cerdas dalam memilah informasi. Caranya pun cukup mudah, tinggal mencocokkan dengan informasi lainnya, pemberitaan mungkin, dan sebagainya yang berhubungan dengan informasi yang diterima,” katanya.

Selain itu, apakah perang opini akan mempengaruhi hasil perolehan masing-masing calon nantinya, disebut Edi tidak akan signifikan.

“Tidak akan signifikan, apalagi pemilih umumnya semakin cerdas, pemilih kota lebih cerdas, terkhusus pemiluh Kota Padang ini lebih khas,” sebut Edi.

Pemilih Kota Padang lebih ‘khas’ bukan tanpa sebab. Hal ini, dikatakan Edi, melihat selama Pilkada langsung, angka Golongan Putih (Golput) selalu relatif lebih tinggi. “Bahkan, lebih besar DPRD perolehan suara pemenang Pilkadanya,” pungkasnya.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...