Polda Sumbar Sosialiasikan Aturan Pemolisian Masyarakat di Solok

SOLOK, KABARSUMBAR – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mensosialisasikan Peraturan Kapolri nomor 3 tahun 2015 tentang pemolisian masyarakat kepada pimpinan nagari, kelurahan, dan masyarakat di wilayah resor Solok Kota.

“Kami ingin masyarakat berperan dalam menciptakan suasana keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas) di daerahnya sendiri,” kata Dirbinmas Polda Sumbar, Kombes Pol Nasrun Fahmi di Kota Solok, Senin.

Dengan adanya peraturan ini, katanya, merupakan strategi Polri untuk mengajak masyarakat lebih berperan dalam menciptakan suasana kamtibnas.

Menurutnya, supaya efisien acara sosialisasi ini diwakili tokoh adat, agama, dan pejabat kelurahan setempat agar informasi dapat diteruskan ke masyarakat umum.

Jika, masyarakat aktif dalam menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, akan meminimalisir tugas polisi. Seperti pelanggaran ringan, kecelakaan ringan, atau penganiayaan ringan.

Forum kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) memang belum memiliki anggaran, tapi hendaknya dianggarkan dalam dana desa oleh Wali Nagari untuk kamtibnas.

“Kalau ada permasalahan di nagari atau kelurahan agar diselesaikan oleh FKPM dengan mengedepankan kekeluargaan,” jelasnya.

Dilanjutkannya, masyarakat harus memahami yang mengamankan daerah ialah mereka sendiri. Sebab, setiap Kelurahan atau Nagari hanya ada satu Bhabinkamtibnas. “Yang tidak akan cukup mengamankan warga yang banyak jika terjadi kerusuhan,” katanya.

Ia juga meminta, Pemkab atau Pemkot dapat mengalokasikan anggaran untuk proses pengamanan bagi FKPM.

Sementara Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan mengatakan, sosialisasi ini untuk menyegarkan pengetahuan, tugas Bhabinkamtibnas dan mengajak masyarakat untuk membantu menciptakan suasana kondusif di lingkungannya.

“Apalagi sekarang mendekati tahun politik dan menjelang pemilu, masyarakat harus dapat menciptakan suasana aman, sedangkan polisi harus berada di tengah sebagai penetral,” ujarnya.

Jika masyarakat sudah bisa menjaga suasana kondusif di lingkungan sendiri, tentunya akan terjalin sinergitas polri dan masyarakat.

Untuk Sumatera Barat sendiri, baru empat daerah yang disosialisasikan diantaranya, Payakumbuh, Bukittinggi, Solok, dan Kabupaten Solok.

[Fernandez]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...