Polisi Redam Emosi Warga Koto Laweh Mendengar Kabar Roby Meninggal

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Emosi warga Koto Laweh Kecamatan X Koto, Tanah Datar yang hendak mendatangi Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Senen (18/02) berhasil diredam polisi, setidaknya negosiasi pihak jajaran Polres Padang Panjang dan Polsek X Koto berhasil menahan emosi warga.

Sebelumnya, warga setempat berniat menyambangi Ponpres itu sesaat setelah mendapat kabar jika Roby Alhakim (18), korban pengeroyokan 17 santri Ponpes Nurul Ikhlas beberapa waktu lalu.

Dikutip dari prokabar.com, menurut salah seorang warga, kedatangan mereka ke ponpres itu hendak meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas kematian anak kemenakan mereka.

Puluhan warga telah berkumpul di kantor Walinagari Koto Laweh Kecamatan X Koto, Tidak hanya didalam ruangan Walinagari, warga juga berkumpul hingga keluar ruangan.

Namun niat itu dapat diurungkan setelah Kapolsek X Koto AKP. Rita Suryanti, melakukan negosiasi dengan warga setempat.

“Mari kita bersama sama dulu menunggu anak kita. Percayalah kepada kami, pihak kepolisian akan memproses kasus ini,” ujarnya

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menimbulkan masalah baru dengan mendatangi pondok pesantren.

“Saya khawatirkan nanti tidak terkontrol emosinya. Maka akan timbul masalah baru. Saya tidak ingin itu terjadi,” tambahnya.

Dihadapan masyarakat, Kapolsek berkali kali meyakinkan masyarakat akan kelanjutan proses hukum terkait kasus ini.

Jorong Koto Laweh Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar, merupakan kampung halaman Robi Alhakim, korban penganiayaan oleh 17 santri Ponpres Nurul Ikhlas yang meninggal dunia pada Senin (18/02) pagi setelah hampir seminggu mengalami koma dan dirawat di RSUP. M. Djamil Padang.

Hingga sorenya, ratusan pelayat mengantarkan jenazah Roby ke pemakaman keluarga.(Ddy)

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...