Praperadilan Menangkan Pegi, Polri Akan Evaluasi Penyidik

Jakarta – Bareskrim Polri menyatakan akan mengevaluasi penyidik terkait kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky Rudiana yang terjadi delapan tahun lalu.

Hal ini menyusul dikabulkannya gugatan praperadilan oleh Pengadilan Negeri Bandung yang membebaskan tersangka Pegi Setiawan.

“Tentu menjadi evaluasi kita bersama untuk melihat kinerja penyidik,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Djuhandani di Mabes Polri, Senin (8/7).

Meski demikian, Djuhandani menegaskan bahwa kepolisian akan tunduk pada putusan hakim. “Pada prinsipnya kami tunduk pada apapun putusannya,” ujarnya.

Sebelumnya, PN Bandung mengabulkan gugatan yang diajukan tim kuasa hukum Pegi Setiawan.

Ketua hakim tunggal Eman Sulaeman menilai Polda Jabar tidak memenuhi dua alat bukti yang cukup untuk menjerat Pegi sebagai tersangka. Ia memerintahkan agar Pegi segera dibebaskan dari tahanan.

“Permohonan praperadilan dari pemohon dikabulkan,” ucap Eman saat membacakan putusan, Senin (8/7).

Tim pengacara Pegi berpendapat bahwa penetapan tersangka oleh Polda Jabar tidak sah. Mereka berdalih Pegi saat kejadian berada di Bandung, bukan di Cirebon. Selain itu, alamat rumah Pegi yang disebut dalam Daftar Pencarian Orang tidak sesuai.

“Kami tantang Polda Jabar untuk menghadirkan saksi, tapi tidak dilakukan. Hanya ada satu saksi ahli,” kata Insank Nasruddin, salah satu pengacara Pegi.

Tim pengacara pun langsung menjemput Pegi di Polda Jawa Barat usai putusan praperadilan dibacakan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.