Pria Yang Diamankan Ada Kelainan

OTK berusia 44 tahun, diperiksa setelah diamankan polisi yang piket di Pos Penjagaan Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (29/5/2018). Photo : Istimewa.
OTK berusia 44 tahun, diperiksa setelah diamankan polisi yang piket di Pos Penjagaan Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (29/5/2018). Photo : Istimewa.
OTK berusia 44 tahun, diperiksa setelah diamankan polisi yang piket di Pos Penjagaan Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (29/5/2018). Photo : Istimewa.
OTK berusia 44 tahun, diperiksa setelah diamankan polisi yang piket di Pos Penjagaan Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (29/5/2018). Photo : Istimewa.

PADANG,KABARSUMBAR—Pasca peristiwa pengamanan dua orang tidak dikenal saat memasuki gerbang Mapolda Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Selasa dini hari (29/5/2018). Personel di pos jaga di dua gerbang tetap standby.

Pengamanan dua warga, merupakan ayah dan anak itu terpaksa dilakukan karena membawa senjata tajam saat pemeriksaan terhadap keduanya.

Kapolda Sumatera Barat melalui Direskrimum Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Erdi Adrimurlan Chaniago mengatakan, keduanya telah dipulangkan usai pemeriksaan bersama Detasemen Khusus (Densus 88).

Perwira menengah itu menjelaskan, keduanya dipastikan tidak terlibat kelompok jaringan radikal atau lainnya. Karena niat awal melapor karena kehilangan sepeda motor, kemudian diperkuat pernyataan dari orangtua laki-laki itu, jika putranya minggat dan dicari sampai ke Padang.

“Pemuda itu ada kelainan, ia terobsesi ingin masuk aparat karena tidak kesampaian agak lain begitu lah,” kata Erdi, Selasa malam (29/5/2018) kepada awak media via telepon genggamnya.

Keduanya berasal dari Pariaman, pemuda yang diamankan pertama mengaku, jika kehilangan sepeda motornya di Pantai Padang, lalu ingin membuat laporan ke kantor Polisi. Karena tak tahu kantor Mapolresta ia pun nyasar ke Mapolda Sumbar. Selain itu, ia beberapa hari belakangan dalam pencarian keluarganya.

“Orangtuanya mencarinya juga, karena khawatir dan akhirnya mereka kami pulangkan,” ungkap Erdi.

Erdi sekali lagi menerangkan, mengamankan mereka usai pemeriksaan fisik dan barang bawaan. Karena ada membawa senjata tajam, seperti sangkur, silet dan barang bukti lainnya. Personel tengah dinas jaga mengamankan pada dini hari itu dan memintai keterangan.

“Karena bawa sajam makanya diamankan dan setelah itu sudah saya pulangkan mereka,” katanya.

Informasi awal, jika Polda Sumbar diserang. Terkait hal itu dibantah mentah-mentah oleh Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Erdi berharap kerjasama warga dan media untuk mendeteksi penyebaran informasi hoax (info palsu-red). Bahkan telah membentuk Satgas Nusantara, berselancar di internet memantau, mengawasi informasi mengundang kegaduhan di daerah.

“Mari kita redam informasi-informasi palsu atau hoax yang dilemparkan di dunia maya,” pungkasnya.

Meskipun tak berhasil memeroleh nama OTK tersebut, tapi terkait keduanya diamankan diakui dan telah dipulangkan.

[tim]