Kota Padang

Program MBG Akan Dimulai Serentak di Padang

995
×

Program MBG Akan Dimulai Serentak di Padang

Sebarkan artikel ini
Foto : Internet

KABARSUMBAR – Pemerintah Kota Padang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan meresmikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 19 Mei 2025. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Kelompok sasaran meliputi siswa sekolah dasar, taman kanak-kanak, balita, ibu hamil, dan menyusui.
Tujuannya jelas: menekan angka stunting, mengurangi anemia, dan menciptakan fondasi generasi sehat sejak dini.

Dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan pentingnya akurasi penyaluran manfaat dan pengawasan mutu makanan.

Pertemuan ini berlangsung pada Jumat (16/5) di Gedung Putih, kediaman resmi Wali Kota, dihadiri perwakilan BGN, mitra pelaksana, akademisi, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Program ini bukan sekadar makan gratis, tapi bentuk nyata dukungan negara terhadap pertumbuhan generasi berkualitas,” ungkap Maigus.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi semua sektor untuk memastikan efektivitas pelaksanaan.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023, angka stunting di Sumatera Barat masih di level 24,8 persen.

Sementara itu, anemia pada ibu hamil meningkat dalam dua tahun terakhir, sehingga intervensi gizi terarah menjadi mendesak.

Pelaksanaan Serentak dan Mitra Lokal Terlibat

Program MBG akan digelar secara serentak di sejumlah titik di Kota Padang. Ribuan siswa dan balita akan menerima makanan bergizi melalui Puskesmas dan sekolah yang telah ditentukan.

Pemerintah bekerja sama dengan penyedia katering lokal bersertifikasi BPOM dan Dinas Kesehatan. Pelaku usaha pangan diberdayakan secara langsung dalam penyediaan menu harian, menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

Keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, serta lembaga pendidikan dianggap krusial dalam edukasi dan pengawasan program. Langkah ini bertujuan memperkuat keberlanjutan pola konsumsi sehat dalam jangka panjang.

“Ini investasi gizi, bukan proyek sesaat. Dampaknya akan terasa dalam pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi,” tegas Maigus.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.