Olahraga

PSSI Kaji Regulasi Baru Pemain Asing U-23 di Liga 1

717
×

PSSI Kaji Regulasi Baru Pemain Asing U-23 di Liga 1

Sebarkan artikel ini
Madura United football player applauding fans during a night game in Bangkalan.

Jakarta – Pelaksana tugas Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menyatakan pihaknya belum dapat memberikan respons resmi terkait usulan regulasi baru mengenai jumlah pemain asing dan pemain U-23 dalam kompetisi.

Hal ini dikarenakan PSSI masih menanti kajian teknis yang komprehensif.

Indra mengungkapkan, dirinya perlu mempelajari regulasi tersebut karena merupakan hal baru dan akan dibahas dalam pertemuan Departemen Teknik.

“Nanti akan dibawa ke pertemuan Departemen Teknik, supaya kami bisa menilai manfaatnya seperti apa,” ujarnya kepada para pewarta, Jumat (11/7/2025) setelah menghadiri pelepasan tim-tim Indonesia untuk Gothia Cup 2025.

Ia menanggapi wacana bahwa Liga 1 akan mengizinkan klub untuk mendaftarkan 11 pemain asing dan menurunkan delapan di antaranya di lapangan.

Menurutnya, format serupa memang sudah diterapkan di beberapa negara seperti Arab Saudi, namun penerapannya di Indonesia memerlukan kajian mendalam.

Dia menambahkan tidak semua aturan AFC harus diikuti, dan jika Liga mengikutinya, akan ada konsekuensi positif dan negatif yang perlu dipelajari dampaknya.

“Aturan dari AFC tidak semuanya harus diikuti. Tapi kalau Liga mengikuti aturan itu, pasti ada plus minusnya. Itu yang harus dipelajari dulu dampaknya,” katanya.

Terkait keberatan yang disuarakan oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Indra menyarankan agar keberatan tersebut disampaikan secara resmi kepada PSSI, menghindari polemik yang tidak perlu.

“Kalau ada yang keberatan, sampaikan ke PSSI. Tidak perlu jadi polemik yang tidak perlu. Saya juga tidak akan merespons hal-hal yang saya belum pahami 100 persen,” tegasnya.

Indra juga menolak pandangan publik mengenai minimnya kompetisi domestik di Indonesia.

Dia menjelaskan saat ini Indonesia telah memiliki Liga 1 hingga Liga 4, yang sedang ditata ulang secara bertahap.

“Kita ada Liga 1, 2, 3, 4. Minimnya di mana? Bagi yang tidak bermain di Liga 1 kan bisa bermain di Liga 2, tidak bisa main di Liga karena kualitasnya tidak bisa menurut pelatih ya dia harus rela ke Liga 3 atau Liga 4. Kan sudah mulai ditata bagus seperti ini,” ujarnya.

Ia melanjutkan peningkatan kualitas membutuhkan proses, dan proses tersebut sedang dilakukan oleh PT LIB dan PSSI, bahkan dengan mendatangkan ahli kompetisi dari Jepang.

“Kualitas kan butuh proses. Proses itu yang dilakukan (PT) LIB dan PSSI. Bahkan sekarang LIB kedatangan orang yang ahli di kompetisi dari Jepang. Kan niat baik ini yang harus direspon baik,” lanjutnya.

Indra menyatakan dukungan penuhnya terhadap Frank van Kempen, yang baru ditunjuk sebagai pelatih timnas U-20.

Dia menekankan pentingnya memberikan waktu bagi pelatih untuk bekerja sebelum dievaluasi.

“Jangan biasakan orang belum bekerja sudah dievaluasi. Saya dukung semua, dari Coach Patrick (Kluivert), Coach Gerald (Vanenburg), Coach Nova (Arianto), sampai Frank van Kempen,” ujar Indra.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.