Ribuan Minol Dimusnahkan di Serambi Madinah

  • Bagikan
Ribuan botol minuman beralkohol (minol) dan ratusan petasan hasil operasi pra dan dalam Ramadan 1439 Hijriah dimusnahkan di halaman Mapolres Solok Kota, Sumatera Barat (Sumbar) Rabu (6/6/2018). Photo : Fernandez
Ribuan botol minuman beralkohol (minol) dan ratusan petasan hasil operasi pra dan dalam Ramadan 1439 Hijriah dimusnahkan di halaman Mapolres Solok Kota, Sumatera Barat (Sumbar) Rabu (6/6/2018). Photo : Fernandez
Ribuan botol minuman beralkohol (minol) dan ratusan petasan hasil operasi pra dan dalam Ramadan 1439 Hijriah dimusnahkan di halaman Mapolres Solok Kota, Sumatera Barat (Sumbar) Rabu (6/6/2018). Photo : Fernandez
Ribuan botol minuman beralkohol (minol) dan ratusan petasan hasil operasi pra dan dalam Ramadan 1439 Hijriah dimusnahkan di halaman Mapolres Solok Kota, Sumatera Barat (Sumbar) Rabu (6/6/2018). Photo : Fernandez

SOLOK, KABARSUMBAR—Ribuan barang bukti minuman beralkohol (minol), baik tradisional sampai bermerek, ratusan batang petasan hasil operasi selama pra dan dalam bulan Ramadan 1439 Hijriah/2108 Masehi secara bersamaan dimusnahkan di halaman Mapolres Solok Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Pemusnahan barang bukti tersebut sebagai bukti komitmen Polres Solok Kota membantu Pemerintah Kota (Pemko) Solok dalam memberantas minuman beralkohol (minol) di atas 0 persen. Sejumlah barang bukti tersebut, yakni sebanyak 1.989 botol minol di atas 0 persen berbagai merek, 497 liter minuman beralkohol tradisional jenis tuak, kemudian petasan berbagai bentuk, ada 106 petasan batangan, 92 petasan kotak, 179 petasan berbentuk butiran.

Pemusnahan barang bukti tersebut, tidak hanya mengacu pada peraturan tidak hanya berdasarkan dari aturan yang telah diterbitkan Polri saja. Tetapi, berdasarkan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Solok No8/2016 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat. Serta mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan No20/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

“Setelah kami razia dan sita saat operasi yang selanjutnya dimusnahkan sesuai dengan peraturan di atas dan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam pemberantasan minuman beralkohol,” kata Kapolres Solok Kota, Sumatera Barat, AKBP Dony Setiawan.

Sambungnya, barang haram tersebut ketika terus dibiarkan dapat memicu tindak pidana kriminalitas, prostitusi.

“Kita harus merawat daerah kita, Kota Solok dan mewujudkan sebagai kota yang memiliki semboyan Kota Beras Serambi Madinah,” tegasnya.

Kapolres Solok Kota, Sumatera Barat (Sumbar) AKBP Dony Setiawan didampingi Kasdim Mayor Inf Supadi beserta unsur Forkompinda Kota Solok saat menunjukan barang bukti yang akan dimusnahkan di halaman Mapolres Solok Kota, Rabu (6/6/2018). Photo : Fernandez.
Kapolres Solok Kota, Sumatera Barat (Sumbar) AKBP Dony Setiawan didampingi Kasdim Mayor Inf Supadi beserta unsur Forkompinda Kota Solok saat menunjukan barang bukti yang akan dimusnahkan di halaman Mapolres Solok Kota, Rabu (6/6/2018). Photo : Fernandez.

Pemerintah pusat telah menerbitkan aturan dan penegakan kemudian di daerah lewat Perda. Maka, daerah kata Dony, memiliki kebijakan untuk membatasi peredaran minuman beralkohol tersebut. Kewenangan itu tentunya berdasarkan kajian dengan memperhatikan kearifan lokal.

“Ini upaya bersama, tidak hanya Polri. Mari saling bergandengan tangan untuk meminimalisir hal seperti ini, sehingga generasi muda daerah terhindar dari hal negatif terutama minol, apalagi narkoba. Jangan sekali-kali anak-anak kita, baik remaja, muda dan dewasa menjadi budak nafsu barang haram yang kita musnahkan ini,” terang Kapolres Solok Kota AKBP Dony.

Turut serta pemusnahan barang bukti disaksikan Kasdim Mayor Inf. Supadi dari Kodim 0309/Solok, Kajari Solok diwakili Kasi Intel, Wakil Walikota Solok Reinier, Ketua LKAAM Kota Solok Buya H. Rusli Khatib Sulaiman, Bundo Kanduang Kota Solok Milda Murniati, Kepala Sat PP Kota Solok, PJU dan Kapolsek/ta sejajaran Polres Solok Kota, Rabu (6/6/2018).

[Fernandez]

  • Bagikan