Sebelum Gantung Diri, Seorang Suami Tega Bacok Istri Hingga Sekarat

Diduga Korban Dibakar Api Cemburu

Fhoto : Jasad korban Syamsuir (76) saat di outopsi di RS. Ahmad Moctar Bukittinggi, diduga sebelum gantung diri korban melakukan penganiayaan terhadap istrinya. (Ddy)

BUKITTINGGI, KABARSUMBAR.COM – Warga Jangkak Kecamatan Ipuh Mandiangin Koyo Selayan (MKS) buncah, penemuan mayat seorang pria lanjut usia yang tergantung di rumah kontrakannya, di belakang kampus STIE Bukittinggi, Selasa (04/09) sekitar pukul 09.00 pagi.

Tidak hanya itu, tidak jauh dari jasad korban yang diketahui bernama Syamsuir (76) sehari hari bekerja sebagai penarik becak itu, tergeletak seorang wanita yang diduga istri korban Yusmaniar (52) dengan kondisi luka parah. Diduga korban mengalami luka akibat senjata tajam.

Pelaksana tugas Kasat Reskrim Polres Kota Bukittinggi AKP. Pradipta Putra Pratama kepada KABARSUMBAR.COM membenarkan kejadian yang menimpa pasangan lansia yang menghuni rumah kontrakan di Jalan Bahder Johan Kelurahan Ipuh Selayan, MKS tersebut.

“Diketahui dari hasil penyelidikan, korban sebelum gantung diri sempat membacok istrinya dengan sebuah kapak yang mengakibatkan koma, petugas sudah membawa ke Rumah Sakit Achmad Mohctar untuk penanganan,” ucap AKP. Pradipta.

Ia menyebutkan, kondisi istri korban saat ditemui ada luka robek pada bagian belakang kepala sebelah kiri, dan luka robek pada bagian pelipis sebelah kiri.

Menurut hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ucap Pradipta, mayat Syamsuir pertama kali ditemukan oleh anaknya Murni yang sehari hari bekerja di los daging Pasar Bawah. Pagi itu ia melihat ayahnya sudah tergantung di ruang kamar yang berukuran 5 x 5 meter itu dengan tali nilon.

“Setelah saksi memastikan keadaan ayahnya, ia menuju ke dalam kamar orang tuanya dan melihat ibunya (Yusmaniar) tergeletak penuh darah dalam keadaan terbaring di atas kasur, dan berteriak meminta tolong kepada warga,” kata Pradipta yang juga menjabat Kasat Narkoba ini.

Setelah mengumpulkan keterangan dari saksi saksi katanya, pasangan suami istri itu sudah sering terlibat percekcokan dalam rumah tangga mereka, dan terakhir suami merasa cemburu terhadap isterinya.

“Atas dasar itu korban melakukan penganiayaan terhadap isterinya dengan cara memukul kepala isterinya menggunakan alat berupa kapak dan setelah melakuakan penganiayaan tersebut korban bunuh diri dengan cara gantung diri,” pungkas Plt. Kasat Reskrim itu. (ddy)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...