Sembilan Orang Keracunan Usai Santap Hidangan ‘Baralek’ di Solok

Salah seorang korban keracunan saat dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) Kota Solok, Jumat (11/5/2018). Foto : Fernandez
Salah seorang korban keracunan saat dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) Kota Solok, Jumat (11/5/2018). Foto : Fernandez
Salah seorang korban keracunan saat dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) Kota Solok, Jumat (11/5/2018). Foto : Fernandez
Salah seorang korban keracunan saat dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) Kota Solok, Jumat (11/5/2018). Foto : Fernandez

Solok – Nasib malang menimpa sembilan warga Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Kamis (10/5/2018). Bagaimana tidak, usai menyantap makanan yang tersedia di pesta perkawinan, sembilan warga tersebut malah keracunan.

Kapolsek Kota Solok Kompol Darto mengatakan, sembilan warga tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Kota Solok lantaran kondisi tubuh mereka makin parah.

Menurut keterangan keluarga korban, diduga penyebab utama keracunan terdapat pada makanan gulai nangka yang menjadi salah satu hindangan dalam pesta perkawinan.

“Dari sembilan warga yang ditangani rumah sakit, tiga diantaranya sudah diperbolehkan pulang, yakni Yola (28), Meliza (30) dan Meta (24), ketiganya juga masih kerabat dekat,” kata Kapolsek di Kota Solok, Jumat (11/5/2018).

Sedangkan, enam pasien lainnya, saat ini, masih dirawat di RST Solok. Keenam korban itu diantaranya, Aditia (24), Fatmawati (51), Ermawati (59), Nadia Fauziah (18), Rasai (60) dan Renol Ilfandri (28).

“Namun enam warga lainnya masih harus menjalani rawat inap di RST Solok. Kita harapkan semuanya bisa secepatnya pulih,” ungkap Darto.

Sementara itu, dari pengakuan pasien, awalnya mereka memakan gulai nangka dan mie bihun. Usai menyantap makanan tersebut, para korban yang masih kerabat itu mengeluhkan rasa mual, pusing, mata perih hingga gejala keracunan lainnya.

“Alhamdulillah sudah mendingan, cuman masih terasa lemas dan sedikit pusing,” ungkap Nadia kepada Kabarsumbar.

Sampai saat ini keenam pasien masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Tentara Solok untuk recovery (pemulihan).

[Fernandez]