Sukses Gelar MTQ Tingkat Kota Solok, Wawako : Ini Persiapan Untuk Provinsi

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Solok ke-38. Foto : Fernandez
Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Solok ke-38. Foto : Fernandez
Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Solok ke-38. Foto : Fernandez
Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Solok ke-38. Foto : Fernandez

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Solok ke-38 berjalan sukses, iven keagamaan ini diselenggarakan pada 13 hingga 16 April 2018.

Rangkaian kegiatan pembukaan MTQ dimulai dengan Pawai Ta’aruf dari Lapangan Merdeka ke Masjid Agung Al-Muhsinin, serta dimeriahkan tarian perpaduan khas minang dan timur tengah.

Pergelaran MTQ ini juga sebagai pemanasan bagi Kota Solok jelang menjadi tuan rumah MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2019.

Sebanyak 950 Qori dan Qoriah dari 13 Kafilah yang berasal dari Kelurahan se-Kota Solok berjuang menunjukan kemampuan terbainya, dalam 12 cabang perlombaan.

Rangkaian kegiatan MTQ ini dilaksanakan pada sejumlah titik yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Muhsinin. MTQ dinilai tepat untuk meransang semangat belajar generasi muda, menimba ilmu Al-Quran.

Turut hadir pada pembukaan MTQ, Walikota Solok Zul Elfian, Wakil Walikota Solok Reinier, Gubernur Sumbar yang diwakili Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan Muhammad Yani.

Walikota Solok Zul Elfian mengatakan, ajang MTQ Nasional tingkat Kota Solok merupakan salah satu media dalam menumbuhkan semangat belajar generasi muda dalam mempelajari ilmu membaca maupun menghafal serta memahami isi Al-Quran.

Tentunya juga sekaligus sebagai media dalam menjaring bibit-bibit Qori dan Qoriah terbaik tingkat Kota Solok. Diakui Zul Elfian, banyaknya bibit pembaca dan penghafal Al-Quran tidak lahir begitu saja, namun melalui melalui proses dan bimbingan dari guru mengaji dan MDTA, yang mengajar penuh dengan dedikasi dan keikhlasan.

“Melalui MTQ ini kita ingin Kota Solok sebagai kota beras serambi madinah,dimana masyarakatnya menjadikan Al Quran sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat menjunjung tinggi nilai nilai kesopanan dan norma agama dalam kehidupan sehari-harinya,” kata Zul Elfian.

Walikota menjelaskan dengan MTQ kita akan semakin dekat dengan Quran, semakin cinta dengan Quran, sehingga quran menjadi pedoman dan pegaangan dalam hidup. ”Inshaalah Kota Solok adalah Kota Beras Serambi Madinah, kota yang diberkahi, karena semua masyarakatnya beriman,” jelasnya.

Dan apabila berhasil sebagai pemuncak,kafilah jangan berpuas diri. Melainkan lebih giat lagi mengasah kemampuan,sebagai persiapan lomba tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan diadakan di Kota Solok pada tahun 2019.

Tujuan lomba itu sendiri, adalah untuk menghasilkan kafilah berkualitas,baik bertaraf nasional maupun internasional. Oleh karena itu, dewan juri Musabaqah Tilawati Quran (MTQ) semestinya bertindak adil dan tidak memihak dalam pemberian penilaian.

[Fernandez]