Tiga Hotel di Pasir Jambak Padang Disegel Warga karena Diduga Tempat Praktik Maksiat

  • Bagikan
Foto : istimewa

Padang – Ratusan warga di RW VII, Kelurahan Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang segel tiga hotel yang berada di pemukiman karena diduga adanya praktik maksiat.

Tiga hotel diantaranya Hotel Laguna, Uncle Jack dan Dangau Mandeh. Warga ancam akan bakar hotel jika hotel pemerintah tidak turun tangan dengan masalah ini.

Menurut Ketua Pemuda setempat, Syahroni, hotel tersebut sering menerima tamu anak bawah umur, serta juga sering terjadinya keributan suami istri dugaan perselingkuhan di hotel tersebut.

“Tengah malam hotelnya masih berlanjut. Kadang-kadang anak bawah umur dimasukkan juga ke dalam (hotel), kadang ada keributan, istri orang dilarikan ke dalam,” kata Syahroni usai aksi penyegelan.

Baca Juga :  Innova Masuk Jurang di Jalan Baru Guguk Solok

Padahal diketahui pemerintah kota pada 2015 juga telah melakukan penyegelan, namun hotel tersebut kembali beroperasi yang menyebabkan keresahan terhadap warga.

“Ini sangat terganggu sekali. Ya, sarang maksiat. Warga sangat menentang. Keinginan warga ditutup. Kalau pemerintah tidak juga (disegel), kami akan bakar nanti. Tadi masih aja dibendung (amarah). Kami masih menghormati pemerintah, tapi kalau kami tidak dihormati kami akan bakar aja. Pemerintah kota harus turun tangan, jangan sampai terjadi keributan dan pembakaran,” sambung Syahroni.

Warga lainnya bernama Ujang juga mengatakan bahwa pihak hotel menerima tamu seenaknya. Pasangan yang tanpa ikatan status nikah juga diperbolehkan menginap.

“Datang dari luar kayak orderan, (tamu) ini bukan pendatang untuk berwisata. Saya sudah lama tinggal di sini. Ini hotel tidak seperti hotel biasa, bukan untuk menginap, kalau menginap kami tidak larang. Tapi ini tidak menginap biasa, sudah dijalan salah,” kata dia.

Baca Juga :  JNE Ajak Pelaku Umkm di Padang Tembus Pasar Nasional

Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfian mengakui terkait permasalahan tersebut bhwa ketiga hotel itu tidak memiliki izin.

“Kami tidak pernah mengeluarkan izin. Yang akan melakukan penindakan tentunya aparat terkait, Satpol PP. Harusnya penyegelan Satpol PP, kalau ada pengaduan masyarakat segera disikapi,” singkatnya.

  • Bagikan