Wagub : Permasalahan Pengelolaan DAS Harus Diselesaikan Secara Terpadu

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diwawancarai oleh sejumlah wartawan usai Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017. Foto : Istimewa
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diwawancarai oleh sejumlah wartawan usai Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017. Foto : Istimewa
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diwawancarai oleh sejumlah wartawan usai Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017. Foto : Istimewa
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diwawancarai oleh sejumlah wartawan usai Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017. Foto : Istimewa

PADANG, KABARSUMBAR – Wakil Gubenur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, menegaskan permasalahan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kompleks harus diselesaikan secara terpadu, multisektor dan melibatkan beberapa wilayah administrasi pemerintah.

“Perlu dilakukan upaya pemulihan dan peningkatan kemampuan, fungsi dan produktivitas DAS yang pada gilirannya akan dapat mengembalikan fungsinya sebagai pengatur tata air dan penyangga kehidupan melalui kegiatan tersebut,” kata Nasrul.

Terkait pengelolaan DAS terpadu dan berkelanjutan secara konseptual kata dia, harus mempertimbangkan berbagai aspek terkait secara komprehensif dan melibatkan seluruh “stakeholder” dari hulu hingga hilir.

“Untuk mencapai keterpaduan pengelolaan tersebut dibutuhkan kesepahaman dan komitmen bersama para pihak yang terkait dalam suatu kelembagaan pengelolaan yang tepat dan lengkap,” ujarnya.

Seperti yang dikatakan Wagub, Sumbar dianugrahi alam yang membentang indah, dengan sumber daya alam (SDA) dan keanekaragaman hayati yang berlimpah dan memiliki 606 sungai yang terbagi dalam 389 DAS, sehingga kaya akan sumber daya air dan memiliki kawasan hutan yang masih baik di daerah hulu.

Dalam konteks pengelolaan DAS, posisi ini sangat strategis dan memiliki arti penting karena Sumbar merupakan kawasan hulu atau daerah pelindung bagi beberapa sungai besar yang mengalir ke Pantai Barat dan Timur Pulau Sumatera, yang melintas empat provinsi Sumatera bagian tengah. Tidak salah kalau kita mengatakan Sumbar adalah provinsi konservasi yang harus terus dijaga kelestariannya.

Disisi lain, Nasrul mengatakan pengelolaan DAS sebagian dari pembangunan wilayah sampai saat ini masih menghadapi berbagai masalah yang kompleks dan saling terkait. Meningkatnya kebutuhan dan intervensi manusia dalam pemanfaatan SDA, jika DAS tidak berwawasan lingkungan, maka akan berujung pada kerusakan yang semakin mengkhawatirkan.

Kerusakan tersebut menurutnya, telah mengakibatkan berbagai implikasi dan dampak negatif yang telah menimbulkan kerugian yang sangat besar berupa kerusakan insfrastruktur sosial-ekonomi, rusaknya berbagai aset pembangunan, dan pada gilirannya menyebabkan terganggunya tata kehidupan masyarakat.

“Kondisi ini semestinya makin menyadarkan kita semua, tentang pentingnya mengelola SDA secara berkelanjutan karena tanpa keberadaannya, kita tidak akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan oleh suatu sumberdaya maka cenderung akan hancur,” kata Dia.

Forum DAS Sumbar yang baru dikukuhkan sebagai wadah koordinasi, komunikasi dan konsultasi para pihak terkait diharapkan Pemprov nantinya akan mengembangkan peranannya dalam mendukung pengelolaan DAS berkelanjutan.

Nasrul, berharap personil yang terpilih yang diserahi amanah yang besar dalam rangka mensinergiskan para pihak dalam pengelolaan DAS, benar-benar hendaknya mencurahkan pemikiran, kerja keras dan kesungguhan, berkontribusi dalam penyelesaian konflik-konflik yang terjadi dalam pemanfaatan SDA dalam DAS memberikan solusi dan inovasi yang cerdas demi suksesnya pengelolaan DAS di Sumbar

“Pengelolaan DAS terpadu dan berkelanjutan perlu diwujudkan dan terus dilakukan di Sumbar agar SDA semakin memberikan dampak besar untuk pertumbuhan ekonomi yang tentunya akan menyediakan lapangan kerja yang besar tanpa merusak lingkungan hidup,” ungkapnya saat memberikan kata sambutan pada acara Pengukuhan dan Musyawarah Kerja Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Barat di Hotel Pangeran Beach Padang, Rabu (18/7/2018).

[Putri Caprita]