Padang – Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) melalui gerakan Ibu Cerdas Gizi: Deteksi Dini Tumbuh Kembang dan Edukasi Isi Piringku untuk Baduta hadir di Puskesmas Pembantu (Pustu) Koto Gadang, Kelurahan Bungus Timur, Kota Padang. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu dengan anak usia di bawah dua tahun (baduta) untuk meningkatkan literasi gizi sekaligus mendukung deteksi dini tumbuh kembang anak.
Wilayah Bungus Timur yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan nelayan masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan gizi keluarga. Data Puskesmas Bungus menunjukkan lebih dari 30 persen balita di daerah ini berisiko mengalami keterlambatan perkembangan dan rawan gizi.
Kegiatan yang diinisiasi Prof. Dr. Ns. Meri Neherta, S.Kep., M.Biomed dari Fakultas Keperawatan Universitas Andalas bersama tim Puskesmas Bungus ini tidak hanya memberi edukasi seputar gizi seimbang melalui panduan “Isi Piringku”, tetapi juga memperkuat peran kader posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang berbasis komunitas.
Prof. Meri: Peran Ibu Sangat Menentukan Kecerdasan Anak

Dalam sesi wawancara, Prof. Meri Neherta menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam mendukung tumbuh kembang anak. Ia menjelaskan, periode emas pertumbuhan otak anak berlangsung sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, sehingga ibu perlu cerdas dalam memberikan gizi dan stimulasi yang tepat.
“Ibu yang cerdas bukan hanya tahu soal makanan bergizi, tapi juga mampu mendeteksi sejak dini jika ada keterlambatan tumbuh kembang anak. Ibu harus membawa anak ke tenaga kesehatan bila ditemukan tanda keterlambatan, sehingga bisa segera ditangani,” ujarnya.
Prof. Meri juga mengingatkan bahwa kebutuhan tumbuh kembang anak tidak hanya sebatas gizi.
“Ada tiga kebutuhan dasar, yaitu asuh, asih, dan asah. Gizi yang baik harus diimbangi dengan kasih sayang serta stimulasi. Hal sederhana seperti bercerita atau bermain dengan anak sudah merupakan stimulasi penting,” tambahnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh ibu-ibu dalam kegiatan ini dapat ditularkan kepada keluarga maupun tetangga, sehingga manfaatnya meluas.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Untuk melahirkan anak cerdas, harus dimulai dari ibu yang cerdas,” tegasnya.
Puskesmas Bungus Dorong Pemeriksaan Ibu Hamil dan Balita
Kepala Puskesmas Bungus, dr. Yuli Rilda juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama ibu hamil dan ibu balita.
“Kami berharap ibu hamil dapat memeriksakan diri minimal enam kali selama masa kehamilan, hingga persalinan, agar bisa melahirkan dengan sehat dan lancar. Begitu juga ibu dengan balita, diharapkan rutin datang ke posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Dengan adanya gerakan Ibu Cerdas Gizi ini, Puskesmas Bungus optimistis kualitas kesehatan anak-anak di wilayah kerjanya akan semakin baik.





