Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara agresif menyasar komunitas perantau Minang melalui serangkaian kegiatan sosialisasi untuk memperkuat dukungan terhadap program pembangunan daerah dan Bank Nagari.
Pada Senin (7/7/2025), Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Mursalim, menyatakan setiap kunjungan mencakup dua agenda utama yang strategis, sosialisasi program unggulan pemerintah provinsi periode 2025–2029.
Kemudian, penguatan dukungan perantau terhadap Bank Nagari sebagai lembaga keuangan milik daerah.
“Roadshow ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk upaya nyata Pemerintah mengajak para perantau berperan dalam pembangunan kampung halamannya. Pemerintah butuh dukungan dari seluruh elemen, termasuk potensi besar yang dimiliki masyarakat Minang di perantauan,” kata Mursalim.
Ia menjelaskan dalam sosialisasi program unggulan, sejumlah program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur untuk lima tahun ke depan memerlukan dukungan luas, termasuk dari perantau, agar implementasinya efektif.
Mursalim menambahkan di tengah kondisi fiskal yang ketat, suksesnya program tidak bisa hanya mengandalkan APBD atau APBN.
“Kolaborasi dengan perantau adalah solusi yang realistis, dan ini memerlukan komunikasi yang aktif, salah satunya melalui kegiatan roadshow,” ungkapnya secara tidak langsung.
Lebih lanjut, Mursalim memaparkan data dari Bank Indonesia yang menunjukkan besarnya dana transfer dari perantau ke kampung halaman yang berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Namun, ia menyayangkan belum seluruh dana tersebut dikelola melalui Bank Nagari, padahal bank daerah tersebut terbukti tangguh menopang pembangunan, terutama saat pandemi dan krisis fiskal.
“Melalui roadshow ini, kita mengajak para perantau untuk mempercayakan pengelolaan dananya kepada Bank Nagari. Jika dana perantau semakin banyak disimpan di Bank Nagari, maka kemampuannya untuk membiayai pembangunan di Sumbar juga akan meningkat,” jelasnya secara langsung.
Sejauh ini, Gubernur dan manajemen Bank Nagari telah mengunjungi sejumlah daerah, termasuk Provinsi Jambi, Bengkulu, Palembang, Lampung, Kepri, Riau, dan Aceh, menandakan hampir semua provinsi di Pulau Sumatera sudah terkunjungi.
Terkait mekanisme pembiayaan, Mursalim menegaskan bahwa pendanaan kegiatan dilakukan secara proporsional antara Pemerintah Provinsi dan Bank Nagari, serta diselenggarakan sesuai ketentuan berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menampik anggapan bahwa seluruh pembiayaan ditanggung oleh Bank Nagari.
“Tidak benar jika dikatakan seluruh pembiayaan ditanggung oleh Bank Nagari. Semua ada porsinya, dan pelaksanaannya sesuai aturan. Jika ingin lebih rinci, pihak Bank Nagari tentu bisa memberikan informasi lebih lanjut,” pungkasnya.
Kegiatan roadshow Gubernur dan Bank Nagari ini mendapat respons positif dari para perantau, terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti dialog dan menyampaikan masukan terkait kebijakan pembangunan daerah.






