Kota PayakumbuhPemerintah

Perbaikan Jalan Payakumbuh-Sitangkai Bawa Harapan Baru

453
×

Perbaikan Jalan Payakumbuh-Sitangkai Bawa Harapan Baru

Sebarkan artikel ini

Perbaikan jalur strategis ini, yang krusial bagi pergerakan ekonomi dan pendidikan, disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan dan warga setempat yang telah menanti sejak tahun 2016.

Payakumbuh – Ruas jalan vital Payakumbuh–Sitangkai, yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan kawasan Lintau di Kabupaten Tanah Datar, kini menghadirkan angin segar bagi ribuan masyarakat setelah bertahun-tahun berjuang dengan kondisi jalan yang rusak parah.

Perbaikan jalur strategis ini, yang krusial bagi pergerakan ekonomi dan pendidikan, disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan dan warga setempat yang telah menanti sejak tahun 2016.

Perbaikan jalan provinsi ini, yang telah dimulai dan menunjukkan kemajuan signifikan, diharapkan dapat mengakhiri kesulitan mobilitas harian warga.

Wali Nagari Labuah Gunuang, Khairul Hadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.

“Alhamdulillah, apa yang kami tunggu-tunggu dijawab Pemprov Sumbar dengan aksi nyata,” ujar Khairul, Selasa (8/7/2025).

Ia menambahkan, meskipun pengerjaan baru mencapai sekitar 50 persen dan masih diberlakukan sistem buka-tutup, sebagian segmen jalan sudah dapat dilalui, meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam beraktivitas.

Dampak positif perbaikan ini juga dirasakan oleh Apriana, Kasi Pemerintahan Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Ia menilai perbaikan ini sangat signifikan bagi mobilisasi harian warga, terutama bagi orang tua yang setiap hari mengantar anak-anak ke sekolah.

“Warga di sini sangat bersyukur dengan perbaikan ini,” ungkap Apriana. “Sebab ini, bukan hanya tentang kenyamanan, tapi juga soal masa depan anak-anak kami juga.”

Rilson Dt. Mangguang, seorang tokoh masyarakat setempat, melihat proyek ini sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah untuk warganya.

Ia berharap pembangunan ini tidak berhenti di titik 1,3 kilometer saja, melainkan dapat berlanjut hingga ke perbatasan Tanah Datar, mengingat masih ada beberapa titik lain yang rusak parah.

“Mudah-mudahan ini jadi awal dari pembangunan lanjutan sampai ke perbatasan Tanah Datar,” harapnya.

Kepuasan juga diungkapkan oleh Budi Margana, salah seorang warga yang sebelumnya aktif dalam aksi protes menuntut perbaikan jalan.

Kini, ia menyatakan rasa syukurnya. “Lubang-lubang sudah tertutup, debu tidak lagi berterbangan, jalan pun mulai lancar,” ucap Budi penuh syukur. “Kami akhirnya bisa bernapas lega.”

Proyek rehabilitasi jalan provinsi ini menggunakan sistem pengerasan beton (rigid pavement) dengan anggaran lebih dari Rp12,3 miliar.

Ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kerja, perbaikan ini diperkirakan rampung pada awal September 2025, membawa harapan baru bagi kelancaran transportasi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.