Kondisi jalan yang masih terputus akibat material banjir menghambat proses pemulihan dan penyaluran bantuan.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengungkapkan kebutuhan mendesak ini saat meninjau langsung lokasi terdampak bencana bersama Forkopimda Tanah Datar dan Padang Panjang di tiga kecamatan.
Eka Putra mengatakan, alat berat sangat diperlukan untuk mengangkat material yang menutupi jalan dan menimpa pemukiman warga.
Pemerintah Daerah (Pemda) Tanah Datar telah mengerahkan lima unit alat berat, terdiri dari empat milik Pemda dan satu sewaan.
Namun, satu unit ekskavator milik Pemda hanyut terbawa banjir bandang, sehingga jumlah yang beroperasi menjadi terbatas.
Bantuan satu unit alat berat dari BWS Provinsi Sumbar masih belum mencukupi kebutuhan di lapangan.
Selain untuk relokasi material, alat berat juga krusial untuk memindahkan bahan makanan dan mengevakuasi orang di titik-titik yang tidak dapat diakses kendaraan.
Bupati Eka Putra sangat mengharapkan bantuan alat berat dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Pusat, atau bahkan para perantau Minang untuk mempercepat pembersihan material dan memulihkan kondisi wilayah.






