BudayaSumatera Barat

Hadapi Tantangan Sosial, Sumbar Tingkatkan Kapasitas Pemangku Adat

814
×

Hadapi Tantangan Sosial, Sumbar Tingkatkan Kapasitas Pemangku Adat

Sebarkan artikel ini
hadapi-tantangan-sosial,-sumbar-tingkatkan-kapasitas-pemangku-adat
Hadapi Tantangan Sosial, Sumbar Tingkatkan Kapasitas Pemangku Adat

Bukittinggi – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berupaya melestarikan adat dan budaya Minangkabau.

Upaya ini dilakukan melalui Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Rocky, Bukittinggi, Jumat (12/12/2025).

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Jefrinal Arifin, membuka acara tersebut mewakili Gubernur Sumbar.

Jefrinal menyebutkan, bimtek ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Sumbar dan Anggota DPRD Sumbar Komisi V, Syofian Hendri.

Jefrinal menilai, adat dan budaya Minangkabau menghadapi tantangan serius saat ini.

Ia menyoroti berbagai persoalan sosial sebagai indikasi melemahnya nilai adat di tengah masyarakat.

“Narkoba, LGBT, seks bebas, tawuran pelajar menjadi tanda nilai adat Minangkabau mulai ditinggalkan generasi muda,” tegas Jefrinal.

Ia mendorong peran aktif niniak mamak dan bundo kanduang dalam mentransfer nilai adat kepada generasi muda.

“Penyampaian nilai adat perlu pendekatan kekinian karena pola generasi sekarang berbeda. Kami optimistis masalah bisa diselesaikan bertahap,” ujarnya.

Jefrinal menegaskan, falsafah hidup orang Minangkabau berlandaskan adat basandi syara, syara basandi kitabullah.

Kepala Bidang Sejarah, Adat, Nilai Tradisi Dinas Kebudayaan Sumbar, Fadhli Junaidi, menambahkan, peserta bimtek berasal dari Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, dan Kabupaten Tanah Datar.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, hingga 14 Desember 2025.

“Kami berharap bimtek ini mampu menekan persoalan adat serta budaya di tengah masyarakat,” pungkas Fadhli.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.