EkonomiKabupaten Tanah Datar

Sektor Pertanian Terpukul, 480 Hektare Lahan di Tanah Datar Terdampak Bencana

453
×

Sektor Pertanian Terpukul, 480 Hektare Lahan di Tanah Datar Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini

Tanah Datar – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda Kabupaten Tanah Datar sejak akhir November 2025 tidak hanya berdampak pada permukiman dan infrastruktur, namjn juga memukul sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Tanah Datar per Selasa, 16 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, tercatat 480,64 hektare lahan pertanian terdampak akibat bencana di berbagai kecamatan.

Lahan sawah, kebun, serta area pertanian produktif mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari terendam banjir hingga tertimbun material longsor.

Kecamatan Batipuh Selatan dan Kecamatan Batipuh menjadi wilayah dengan dampak pertanian yang cukup signifikan.

Di Batipuh Selatan, lahan pertanian terdampak mencapai 282,04 hektare, sementara di Batipuh tercatat 93,91 hektare.

Selain itu, Kecamatan X Koto juga melaporkan kerusakan lahan pertanian seluas 101,88 hektare, ditambah wilayah lain seperti Rambatan, Pariangan, Tanjung Emas, dan beberapa kecamatan lainnya dengan luasan terdampak lebih kecil namun tersebar.

Tidak hanya lahan, bencana juga merusak sarana pendukung pertanian dan perikanan rakyat.

Data mencatat 1.263 kolam ikan terdampak, serta kematian hewan ternak berupa 3 ekor kambing dan ribuan ekor ayam/itik.

Kondisi ini menambah beban petani dan peternak yang sebelumnya telah menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan fluktuasi harga.

Selain sektor pertanian, dampak lanjutan juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil di pedesaan.

Pemerintah daerah mencatat 81 unit UMKM dan 1 koperasi terdampak bencana.

Kerusakan lahan dan sarana produksi dikhawatirkan akan berpengaruh pada pendapatan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, terutama menjelang musim tanam dan panen berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyatakan bahwa data kerusakan sektor pertanian dan ekonomi rakyat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pendataan lanjutan di lapangan.

Pendataan dilakukan untuk menjadi dasar perencanaan bantuan, rehabilitasi, dan pemulihan pascabencana agar intervensi pemerintah tepat sasaran.

Di tengah upaya penanganan darurat, pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya petani dan peternak, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat intensitas hujan masih tinggi di sejumlah wilayah.

Pemerintah juga berkomitmen untuk mengawal proses pemulihan sektor pertanian sebagai bagian penting dari pemulihan ekonomi Tanah Datar pascabencana.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.