Kabupaten Padang PariamanPemerintah

Akses Kesehatan Terhambat Pasca Bencana, Pemkab Padang Pariaman Minta Dukungan Pusat

354
×

Akses Kesehatan Terhambat Pasca Bencana, Pemkab Padang Pariaman Minta Dukungan Pusat

Sebarkan artikel ini
Bupati Padang Pariaman, Dr. John Kenedy Azis, SH, MH, kembali melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (23/12/2025) di Jakarta.
Bupati Padang Pariaman, Dr. John Kenedy Azis, SH, MH, kembali melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (23/12/2025) di Jakarta.

Jakarta – Pemulihan sektor kesehatan menjadi prioritas utama Kabupaten Padang Pariaman pasca-bencana banjir bandang dan galodo yang menerjang wilayah tersebut pada November lalu.

Kerusakan parah pada sejumlah fasilitas kesehatan mendorong Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis untuk langsung menghadap Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta pada Selasa (23/12/2025).

Pertemuan krusial ini bertujuan untuk mempercepat penanganan dampak bencana pada layanan kesehatan masyarakat.

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Padang Pariaman, Bupati John Kenedy Azis (JKA) menyampaikan sejumlah usulan strategis.

Di antaranya adalah pembangunan sebuah Rumah Sakit Pratama di wilayah utara, relokasi Puskesmas Sintuk yang rawan banjir, pembangunan dan rehabilitasi beberapa Pustu, penambahan sarana pendukung RSUD Parit Malintang, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pengadaan alat kesehatan.

“Kami datang langsung ke Kementerian Kesehatan untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan dan meminta dukungan konkret dari pemerintah pusat,” tegas Bupati JKA.

Dia menekankan penguatan sektor kesehatan adalah kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda setelah bencana menghantam pemukiman, infrastruktur, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Salah satu persoalan genting yang disoroti adalah keterbatasan akses layanan rujukan bagi warga di wilayah utara Padang Pariaman.

Saat ini, warga di sana harus menempuh perjalanan hingga 100 kilometer, memakan waktu dua jam, untuk mencapai RSUD yang berlokasi di wilayah selatan.

Minimnya transportasi langsung semakin menyulitkan kondisi, terutama bagi pasien darurat.

“Pembangunan Rumah Sakit Pratama atau Rumah Sakit Tipe D di wilayah utara menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati JKA juga menekankan perlunya relokasi Puskesmas Sintuk yang berada di bantaran sungai dan kerap kali terendam banjir.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya mengganggu pelayanan kesehatan namun juga mengancam keselamatan sarana dan prasarana medis.

Untuk menjamin kualitas dan pemerataan layanan kesehatan, Pemkab Padang Pariaman juga berfokus pada penguatan fasilitas kesehatan tingkat dasar.

Upaya ini meliputi pemenuhan alat kesehatan melalui Proyek SOPHI serta percepatan rehabilitasi Pustu yang rusak berat akibat bencana.

Meski Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Pustu, Bupati JKA berharap cakupan program tersebut dapat diperluas.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik kunjungan dan paparan dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Ia menegaskan akan menindaklanjuti usulan tersebut dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait agar dapat difasilitasi sesuai mekanisme dan kebijakan yang berlaku.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan akses layanan kesehatan dan memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman memperoleh pelayanan medis yang memadai, aman, serta didukung fasilitas dan peralatan yang mumpuni.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.