Dharmasraya – DPRD Dharmasraya menggelar Sidang Paripurna Istimewa memperingati HUT ke-22 Kabupaten Dharmasraya, Rabu (7/1/2026).
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan peringatan ini menjadi momentum refleksi dan peneguhan arah pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan di tengah dinamika kebijakan nasional dan keterbatasan fiskal.
Annisa menjelaskan, sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Pemkab Dharmasraya menghadapi tantangan fiskal yang berat.
Ketergantungan pada dana transfer pusat dan kebijakan efisiensi anggaran nasional menjadi perhatian utama.
Pemerintah daerah menempuh strategi aktif melalui advokasi intensif ke kementerian dan lembaga.
Tujuannya, memastikan program-program strategis daerah tetap berjalan.
Sepanjang tahun 2025, upaya advokasi membuahkan hasil.
Percepatan pembangunan infrastruktur jalan pada enam ruas jalan kabupaten sepanjang 24,2 kilometer, dua ruas jalan provinsi sepanjang 0,5 kilometer, serta penanganan jalan nasional sepanjang 57,91 kilometer berhasil dilakukan.
“Di sektor sumber daya air, Kabupaten Dharmasraya memperoleh dukungan APBN lebih dari Rp111 miliar,” ujar Annisa.
Dana tersebut dialokasikan untuk pengendalian banjir, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT), serta rehabilitasi jaringan tersier.
Pada bidang layanan dasar, Pemkab Dharmasraya mengoptimalkan lima instalasi pengolahan air bersih di Pulau Punjung, Sungai Dareh, Sungai Duo, Sitiung, dan Koto Baru.
Selain itu, percepatan penanganan kawasan kumuh melalui dokumen RP2KPKPK, termasuk kawasan Pasar Lama Pulau Punjung, menjadi prioritas nasional.
“Di sektor pendidikan, capaian strategis berupa ditetapkannya Kabupaten Dharmasraya sebagai penerima Program Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial dengan nilai anggaran mencapai Rp200 miliar,” kata Annisa.
Program tersebut diperkuat melalui kebijakan daerah seperti Beasiswa Dharmasraya Juara, English Bootcamp, serta bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi.
Di sektor pertanian, Pemkab Dharmasraya mengalokasikan lebih dari Rp7,25 miliar bantuan produktif melalui pendekatan One Village One Product (OVOP).
Ini mencakup pengembangan peternakan rakyat, tanaman pangan, hortikultura, mekanisasi pertanian, hingga Program Peremajaan Sawit Rakyat seluas 444 hektare.
Asisten I Pemprov Sumbar, Ahmad Zakri, menyampaikan bahwa Pemprov terus mendorong sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Dukungan akan diarahkan pada sektor prioritas, terutama infrastruktur, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas layanan dasar masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Dharmasraya, Sujito, berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Pemprov Sumbar, serta pemerintah pusat terus diperkuat.
“DPRD Kabupaten Dharmasraya siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah yang berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.






