Ekonomi

Danantara Pastikan Pembelian Sawit Sesuai Harga Pasar Internasional

54
×

Danantara Pastikan Pembelian Sawit Sesuai Harga Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini
sumbar-bidik-pajak-air-permukaan-kebun-kelapa-sawit,-potensi-pendapatan-capai-rp1-t
Sumbar Bidik Pajak Air Permukaan Kebun Kelapa Sawit, Potensi Pendapatan Capai Rp1 T

Jakarta – Pemerintah memastikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) akan membeli minyak sawit mentah (CPO) dari produsen maupun petani lokal dengan mengacu pada harga pasar internasional.

Penegasan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran pelaku industri sawit terkait potensi pembelian komoditas di bawah harga pasar oleh badan usaha milik negara tersebut.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menekankan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menetapkan harga yang kompetitif bagi para pelaku usaha.

“Harganya akan sebagus harga di pasar,” ujar Rohan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Rabu (20/5).

Rohan menjelaskan, komoditas unggulan seperti batu bara dan CPO memiliki acuan harga internasional yang baku melalui bursa.

Nantinya, DSI akan berperan sebagai pembeli langsung dari produsen dalam negeri sebelum mendistribusikan komoditas tersebut ke pasar global.

Di sisi lain, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pembentukan DSI bertujuan untuk memperbaiki tata kelola ekspor nasional.

Langkah ini diambil untuk menutup celah praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini dinilai sangat merugikan potensi penerimaan negara.

Pemerintah menyoroti modus operandi perusahaan dalam negeri yang menjual komoditas ke anak usaha di Singapura sebelum dikirim ke negara tujuan akhir, seperti Amerika Serikat.

Meski pengiriman fisik dilakukan langsung dari Indonesia, dokumen transaksi sering kali direkayasa di Singapura, di mana harga jual ke negara tujuan bisa mencapai dua kali lipat lebih tinggi daripada harga ekspor yang dilaporkan dari Indonesia.

Kendati pemerintah menjamin stabilitas harga, pengumuman pembentukan DSI sempat memicu gejolak sentimen pasar.

Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mencatat penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) di beberapa daerah, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Jambi, dan Sumatera Utara.

Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, menilai ketidakpastian aturan teknis menjadi katalis kepanikan pasar dan spekulasi yang menekan harga di tingkat petani.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa harga CPO di pasar internasional saat ini justru sedang menguat dan tetap menjadi acuan utama perdagangan.

Pemerintah menargetkan DSI akan mengelola ekspor tiga komoditas utama, yakni batu bara, CPO, dan ferro alloy.

Saat ini, pelaku industri masih menanti detail aturan teknis mengenai skema pembelian dan posisi pelaku usaha swasta dalam rantai ekspor yang direncanakan beroperasi penuh pada 1 September mendatang.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.