Pariaman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman memberikan sinyal dukungan kuat terhadap rencana pemekaran Nagari Katapiang.
Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat setempat.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat menerima audiensi perwakilan masyarakat Nagari Katapiang di Kantor Bupati, Senin (1/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, hadir mendampingi Bupati, Wakil Bupati Rahmat Hidayat dan Sekretaris Daerah Hendra Aswara.
Rombongan masyarakat yang dipimpin Pucuk Adat Nagari Katapiang, Mak Rangkayo Rajo Sampono, secara resmi mengusulkan agar Nagari Katapiang dimekarkan menjadi lima wilayah nagari baru.
Usulan ini disambut positif oleh pemerintah daerah karena selaras dengan visi memperkuat pemerintahan nagari sebagai ujung tombak pelayanan.
Bupati John Kenedy Azis menegaskan, pemekaran bukan sekadar penambahan wilayah administratif.
Ia memandang langkah ini sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan partisipasi warga dalam pembangunan.
“Pemerintah kabupaten menyambut baik gagasan ini. Langkah ini sejalan dengan target kami untuk melahirkan nagari-nagari baru, dengan proyeksi jumlah nagari di Padang Pariaman mencapai 150 wilayah pada periode 2026-2027,” ujar John Kenedy.
Pemerintah daerah menyatakan kesiapan untuk mengawal proses pemekaran ini agar berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Bupati turut mengapresiasi inisiatif masyarakat yang dinilai sebagai bukti nyata kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Pucuk Adat Nagari Katapiang, Mak Rangkayo Dt. Rajo Sampono, menjelaskan bahwa urgensi pemekaran didasarkan pada pertumbuhan penduduk yang signifikan.
Saat ini, jumlah warga di Nagari Katapiang telah menembus angka 25 ribu jiwa.
“Dengan jumlah penduduk yang sudah melebihi 25 ribu jiwa, wilayah ini sangat layak dimekarkan. Tujuannya agar pelayanan administrasi, pemerintahan, dan publik dapat lebih dekat, merata, serta tepat sasaran bagi masyarakat,” ungkap Mak Rangkayo.
Ia memastikan bahwa aspirasi ini merupakan suara kolektif seluruh elemen masyarakat, mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga generasi muda. Seluruh pihak berharap pemekaran ini menjadi pintu gerbang bagi peningkatan kesejahteraan dan kemajuan wilayah di masa depan.






