Kota PadangPendidikan

Membangun Kepemimpinan Mahasiswa Nan Berjiwa Proklamator

2193
×

Membangun Kepemimpinan Mahasiswa Nan Berjiwa Proklamator

Sebarkan artikel ini
Pemateri teknik orasi dan pidato, Putra Tanhar mengisi agenda Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2018, yang digelar oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (BEMM-FTSP) Universitas Bung Hatta (UBH), Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (1/7/2018).
Pemateri teknik orasi dan pidato, Putra Tanhar mengisi agenda Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2018, yang digelar oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (BEMM-FTSP) Universitas Bung Hatta (UBH), Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (1/7/2018).
Pemateri teknik orasi dan pidato, Putra Tanhar mengisi agenda Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2018, yang digelar oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (BEMM-FTSP) Universitas Bung Hatta (UBH), Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (1/7/2018).
Pemateri teknik orasi dan pidato, Putra Tanhar mengisi agenda Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2018, yang digelar oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (BEMM-FTSP) Universitas Bung Hatta (UBH), Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (1/7/2018).

PADANG, KABARSUMBAR—Puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas mengikuti Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2018, yang digelar oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (BEMM-FTSP) Universitas Bung Hatta (UBH), Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (1/7/2018).

Kegiatan mengasah keberanian dan minat beroganisasi mahasiswa tersebut, panitia mengangkat tema, mewujudkan kepemimpinan yang professional dan berjiwa proklamator. LKMM-TD tersebut telah berlangsung tiga hari sejak Jumat (29/6/2018) di Gedung Balairung Caraka, Kampus I UBH, Ulakkarang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Orasi merupakan suatu pengetahuan yang harus dimiliki para aktivis dan fungsionaris organisaisi atau perseorangan yang memiliki integritas formal dan salah satu metoda untuk berproganda. Ini juga suatu tradisi dari pergerakan yang telah lama muncul dan lama dikenal. Hal itu dikatakan Putra Tanhar, saat memulai materi teknik orasi dan pidato di hadapan peserta LKMM-TD FTSP, UBH, Minggu (1/7/2018).

“Kita mesti meyakinkan massa, diterima atau tidaknya dari gagasan kita dan itu dapat dilihat dari orientasi kesadaran,” katanya.

Menurutnya, berterimanya gagasan yang disampaikan yakni pembebasan nasional untuk sosialisme, sementara memandang dari orientasi kesadaran, yakni persepektif ideologi dan tindakan politik.

“Orator itu tempatnya bukanlah hanya di podium. Podium itu alat yang dipergunakan dalam hitungan menit saja, namun tahtanya ialah kesetiaan, kejujuran dan tidak pernah mengeklusifkan diri baik di panggung dan bukan panggung,” ungkap Tanhar.

Wakil Gubernur BEMM-FTSP, Aqshani Aqsya mengatakan, perihal dari LKMM-TD 2018, ada dua pembagian, pertama untuk peserta dan panitia. Untuk peserta, yakni pembentukan kaderisasi di Universitas Bung Hatta. Bagaimana dilibatkan dalam beroganisasi, melatih jiwa, memperkenalkan keadaan setelah berada dalam organisasi.

Sementara untuk panitia, menerapkan membuat suatu kegiatan, dan mampu menjaga keakraban empat jurusan di FTSP. Sebab, kepanitian mahasiswa berasal dari jurusan Arsitek, PWK, Ekonomi Konstruksi dan Sipil.

“Melatih jiwa kepemimpinan bagi mereka, memperkenalkan lebih peran dari mahasiswa serta bagaimana peran mahasiswa itu sesungguhnya serta kewajiban mahasiswa itu sendiri,” katanya.

Ketua Panitia Alfurkhan mengatakan, agenda telah berlangsung selama tiga hari, Minggu merupakan akhir agenda. Para pemateri berasal dari mereka yang telah berkecimpung dalam organisasi sebelumnya dan sarat pengalaman. Seperti, Putra Tanhar, Aulia, Rizky, Ariandika dan lainnya.

“Para pemateri kami, mereka yang pernah jadi pelaku dalam bidangnya,” ungkapnya.

Awal dan akhir kegiatan dibuka-tutup oleh Wakil Dekan FTSP, Tomi Heriawan.

Salah seorang peserta, Martina Mega fitri, Jurusan Matematika, FKIP merasa terkesan dengan mengikuti LKMM-TD 2018. Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan ini, tidak hanya memeroleh sertifikat semata, akan tetapi banyak ilmu bermanfaat.

“Seru banyaj ilmu bermanfaat Ega dapatkan dari pemateri, ketika teknik sidang dan juga materi orasi dan pidato, banyak ilmu baru selain di akademik,” katanya.

Ia berharap, LKMM-TD FTSP 2018 lebih baik lagi dan pesertanya semakin banyak.

[putri caprita]

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.