Padang – Pemerintah Kota Padang akan menggelar kegiatan Padang Bagoro pada Minggu (28/1/2024) sebagai bentuk ikhtiar meraih kembali predikat Adipura tahun 2024.
Kegiatan ini akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari RT dan RW, hingga siswa sekolah.
Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, Padang Bagoro harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu rumah dan lingkungan sekitar.
“Minimal, masyarakat harus membersihkan halaman rumah dan lingkungan sekitarnya,” kata Hendri.
Ia juga menyoroti riol dan saluran air di sekitar rumah masyarakat yang umumnya sudah dipenuhi sedimen. Hal ini dapat menyebabkan genangan air hingga banjir jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Bahkan, di riol dan saluran air itu masih juga dijadikan tempat membuang sampah. Ini harus menjadi perhatian kita semua, bagaimana masyarakat tidak lagi sembarang membuang sampah,” tegasnya.
Menurut Hendri, produksi sampah di Kota Padang mencapai 660 ton per hari. Dari jumlah tersebut, baru 100 ton yang bisa diekstrak dan dipilah di bank sampah.
“Ke depan, setiap bank sampah yang ada di kecamatan harus dioptimalkan lagi. Edukasi kepada seluruh masyarakat mengenai bank sampah juga harus terus digalakkan,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan Padang Bagoro, Hendri Septa juga menyebutkan bahwa pengolahan sampah di TPA Aia Dingin juga harus dicanangkan.
“Pemerintah pusat akan menghibahkan sistem pengelolaan sampah Refused Derived Fuel (RDF) yang rencananya akan ditenderkan pada Februari mendatang,” kata Hendri.
Ia berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan, Kota Padang dapat meraih kembali predikat Adipura tahun 2024.






